2024, Pemkab Demak Targetkan Angka Kemiskinan Ekstrem Nol Persen

- Selasa, 7 Desember 2021 | 07:15 WIB
Wakil Bupati Demak KH Ali Makhsun membuka rapat koordinasi persiapan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Ballroom Gedung C Setda Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)
Wakil Bupati Demak KH Ali Makhsun membuka rapat koordinasi persiapan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Ballroom Gedung C Setda Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Demak menargetkan angka kemiskinan ekstrem di daerahnya menjadi nol persen pada tahun 2024 mendatang.

Sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan ekstrem yang dibuka Wakil Bupati Demak KH Ali Makhsun di Ballroom Gedung C Setda Demak.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Sekda Demak Singgih Setyono, perwakilan Bappeda Litbang Provinsi Jawa Tengah, Bappeda Litbang Kabupaten Demak, Kepala Dinsos P2PA Demak Eko Pringgolaksito dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).

Wabup menyampaikan, di Kabupaten Demak masih terdapat sejumlah warga yang terkategori miskin ekstrem, di 25 desa yang tersebar di lima kecamatan.

Baca Juga: DPRD Jawa Tengah Apresiasi Budidaya Tanaman Porang di Banyumas, Siap Bantu Teknologi dan Peralatan Pengolahan

Dia pun menjelaskan, bahwa kemiskinan merupakan suatu ketidaklayakan keadaan hidup yang disebabkan oleh ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan.

"Adapun kondisi kemiskinan ekstrem, sebagaimana definisi dari Bank Dunia, adalah masyarakat yang hidup dengan pendapatan kurang dari Rp 11.000 per hari," terang Wabup.

Hal tersebut berbeda dengan penduduk miskin relatif, yang masih memiliki peluang mengembangkan usaha berkelanjutan, penduduk miskin ekstrem umumnya tidak memiliki aset produksi sendiri, bekerja dengan upah rendah, dan hidup serba pas-pasan bahkan sering kekurangan.

Terhadap 25 desa yang masih memiliki angka kemiskinan ekstrem, Wabup menekankan, agar menjadi fokus penanganan dan pengentasan dengan program yang tepat sasaran.

Baca Juga: Respon PWNU se Indonesia, PBNU akan Gelar Konbes 7 Desember

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perempuan Nelayan Jadi Tumpuan

Jumat, 31 Desember 2021 | 15:32 WIB

Bayar PBB-P2 Tepat Waktu, Warga Gajah Dapat Mobil

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:09 WIB

Kerukunan Beragama Jadi Alat Pemersatu Bangsa

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:24 WIB
X