Hari Disabilitas Internasional Jangan Hanya Jadi Seremoni, Manfaat Harus Dirasakan

- Senin, 6 Desember 2021 | 06:30 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membantu penyandang disabilitas untuk berjalan dengan kursi roda dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membantu penyandang disabilitas untuk berjalan dengan kursi roda dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang berlangsung pada 3 Desember, hendaknya tidak hanya menjadi sebuah acara seremonial belaka saja.

Pemkot Semarang berkeinginan agar dalam Hari Disabilitas Internasional, semua aspek pembangunan, harus bisa dirasakan semua anggota masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Hari Disabilitas Internasional jangan hanya untuk diperingati, setelah itu ada kegiatan bakti sosial (Baksos) dan selesai begitu saja.

Apalagi, Hendrar Prihadi, selama ini teman-teman disabilitas masih dianggap sebagian besar orang, hanya sebagai aset beban.

Baca Juga: LIbur Natal 2021, Antisipasi Pemudik Curi Start, Komisi IX DPR Imbau PPKM Level 3 Lebih dari Seminggu

"Tidak boleh begitu. Kita harus bersepakat bahwa semua warga ber-KTP Kota Semarang mempunyai hak-hak yang sama atas pembangunan di Kota Semarang. Untuk itu, infrastruktur yang ada harus ramah penyandang disabilitas,'' ujar dia, saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional, di lantai 8 Gedung Moch Ikhsan, Kompleks Balai Kota Semarang, Sabtu 4 Desember 2021.

Dicontohkan Hendi, sapaan sehari-hari Wali Kota Semarang, infrastruktur ramah disabilitas seperti halnya penyediaan sejumlah fasilitas yang dapat diakses oleh pengguna kursi roda.

Misalnya, Pemkot Semarang memperbaiki halte BRT yang akhirnya bisa diakses pengguna kursi roda, pembuatan jalur trotoar yang ramah bagi penyandang tuna netra (tactile paving guiding blind road).

"Soalnya, kami pernah mendapatkan pemberitahuan kalau ada penyandang tuna netra sempat menabrak pohon saat berjalan di trotoar yang tanpa penanda jalan bagi mereka."

Baca Juga: Baznas Kebumen Berikan Beasiswa Rp 1,6 Miliar, 709 Calon Penerima Ikuti Seleksi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB
X