Antisipasi Merebaknya Budaya Hedonisme, Permainan Rakyat Perlu Dilestarikan dan Dikenalkan

- Minggu, 5 Desember 2021 | 22:24 WIB
Sekda Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto mewakili Bupati Semarang melantik Pengurus Harian KPOTI Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Minggu (5/12) sore. (SM/Ranin Agung)
Sekda Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto mewakili Bupati Semarang melantik Pengurus Harian KPOTI Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Minggu (5/12) sore. (SM/Ranin Agung)

 

UNGARAN, suaramerdeka.com - Keberadaan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Semarang diminta bisa berkiprah dalam melestarikan serta memajukan permainan rakyat.

Mengingat ketika berbicara permainan rakyat, semua kalangan pasti mempunyai kesan yang tidak pernah terlupakan.

“Contohnya ada permainan engklek, gerobak sodor, egrang, betengan, lompat tali, dan banyak sekali permainan di sini. Kabupaten Semarang kaya akan potensi daerah maupun tradisi yang keberadaannya harus kita jaga bersama,” kata Sekda Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, usai melantik Pengurus Harian KPOTI Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Minggu (5/12) sore.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Instruksikan Jajaran Golkar Bantu Bencana Gunung Semeru

Mewakili Bupati Semarang, dirinya mengapresiasi keberadaan KPOTI Kabupaten Semarang yang sudah berupaya membangkitkan kembali permainan rakyat.

Yang mana, beberapa permainan itu saat ini sudah jarang dilihat, dikenal, bahkan dimainkan karena imbas pesatnya perkembangan teknologi dan perkembangan zaman.

Ketika sudah bergantung dengan gadget, Djarot menyebutkan, semua kalangan termasuk anak-anak tentunya bakal semakin jauh dari aktivitas fisik dengan lingkungan sekitarnya.

Belum lagi dampak negatif yang membuat keresahan bagi orang tua ketika anak-anak sekarang disibukkan dengan gadget.

“Harus bisa menjadi ciri khas daerah milik Kabupaten Semarang. Permainan rakyat dan olahraga tradisional yang dulu dimainkan, kalau tidak dilestarikan tentunya akan tergerus dan hilang. Maka harus segera diangkat seiring dengan ketergantungan anak-anak terhadap gadget,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahap Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta Dibalik

Rabu, 26 Januari 2022 | 23:57 WIB

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB

BPN Serahkan 645 Sertifikat Aset Pemkab Semarang

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB

Misa Natal 2021, Seluruh Gereja Sudah Disterilkan

Jumat, 24 Desember 2021 | 20:00 WIB
X