Koperasi Menguatkan Posisi Tawar Petani Garam, Harga Jual Tak Memihak

- Kamis, 2 Desember 2021 | 11:24 WIB
 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Fatkhurohman mendampingi Bupati Hj Eisti'anah saat meninjau stan produk garam petani Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Fatkhurohman mendampingi Bupati Hj Eisti'anah saat meninjau stan produk garam petani Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Keberadaan koperasi garam diyakini dapat meningkatkan nilai tawar produk garam petani.

Selama ini harga jual garam belum bisa stabil, bahkan cenderung tidak memihak petani.

"Di sinilah peran koperasi garam menjadi penting, karena kehadirannya diharapkan mampu menjaga kestabilan harga garam di pasar dan memihak petani," kata Bupati Demak Hj Eisti'anah saat membuka peningkatan kapasitas program pengembangan usaha garam rakyat (Pugar) yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak.

Bupati mengatakan, letak geografis Kabupaten Demak yang berdada di pesisir pantai menyimpan potensi sektor kelautan dan perikanan yang memiliki nilai tinggi dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Apakah Perbedaan HIV dan AIDS? Berikut Penjelasan Serta Cara Penularannya

Lahan tambak garam yang terdapat di Kota Wali seluas 1.834 hektare dan mampu menghasilkan lebih dari 37 ribu ton garam setiap tahunnya.

Meski potensi yang begitu besar dan dengan hasil produksi melimpah, namun kenyataanya belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani garam.

"Faktor penyebab yang paling mendasar adalah harga garam yang tidak stabil, sehingga perlu ada solusi di antaranya dengan mengoptimalkan peran koperasi," terang bupati.

Bupati Demak berkeyakinan, jika pengurus dan semua anggota koperasi memiliki visi, misi dan tujuan yang sama untuk memajukan petani garam, maka petani garam di Demak akan sejahtera.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Perpanjang Masa Karantina Luar Negeri, Antisipasi Omicron

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Karangawen Terbakar, 229 Los dan Kios Ludes

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:36 WIB

Perempuan Nelayan Jadi Tumpuan

Jumat, 31 Desember 2021 | 15:32 WIB

Bayar PBB-P2 Tepat Waktu, Warga Gajah Dapat Mobil

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:09 WIB

Kerukunan Beragama Jadi Alat Pemersatu Bangsa

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:24 WIB
X