Air Limbah di Bawah Tanah Sulit Terdeteksi, Sekda: Perbaikan Saluran Cukup Susah

- Selasa, 30 November 2021 | 14:25 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Drs. Sapto Adi Sugihartono MM, berfoto pemenang trophy dan sertifikat Proklim Utama dan Proklim Madya dari KLHK RI di Hotel Metro Park View, Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Drs. Sapto Adi Sugihartono MM, berfoto pemenang trophy dan sertifikat Proklim Utama dan Proklim Madya dari KLHK RI di Hotel Metro Park View, Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penanganan masalah air limbah di bawah tanah jauh lebih sulit di banding dengan sampah di permukaan tanah karena terlihat oleh mata.

Oleh karena itu memerlukan peran semua pihak dalam menjaga lingkungan agar tetap sehat dan aman.

"Air limbah berada di bawah tanah itu susah dideteksi tahu-tahu sudah ke mana-mana. Pori-pori di dalam tanah sudah diisi oleh mikroba, ikoli dan sebagainya," kata Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin di acara Pemberian Penghargaan Kepada Pelaksana Terbaik

Baca Juga: Menangi Dua Penghargaan Sekaligus, Kim Seon Ho Putuskan Tak Hadiri Asia Artist Awards 2021

Kegiatan Penilaian Program Kampung Iklim dan Penilaian Upaya Pengelolaan/ Pemanfaatan Air Limbah Domestik 2021 di Hotel Metro Park View Jalan KH Agus Salim No 2-4 Semarang.

Iswar mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga bumi, khususnya tanah di lingkungan masing-masing agar mampu menekan masuknya air limbah yang di pori-pori tanah.

Iswar mengatakan Pemerintah Kota Semarang pernah beberapa kali mengadakan perbaikan saluran air limbah, namun ternyata cukup susah.

Baca Juga: Sinopsis Terpaksa Menikahi Tuan Muda Hari Ini 30 November 2021, Kinanti Ingin Balas Dendam!

"Mari dijaga bersama-sama. Kalau ada temuan langsung ditangani dengan membuat terobosan-terobosan agar bebas  dari mikroba, ikoli maupun lainnya," imbuhya.

Sementara itu Kepala DLH Kota Semarang Sapto Adi Sugihartono dalam laporannya mengapresiasi kepada para pegiat lingkungan di Kota Semarang yang telah berperan aktif dalam upaya mitigasi adaptasi perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB
X