Buruh Jateng Kembali Demo, Tolak UMP 2022

- Senin, 29 November 2021 | 20:07 WIB
aksi unjuk rasa menolak penetapan UMP 2022 di depan Kantor Disnakertrans (Foto :suaramerdeka.com /Cun Cahya)
aksi unjuk rasa menolak penetapan UMP 2022 di depan Kantor Disnakertrans (Foto :suaramerdeka.com /Cun Cahya)

SEMARANGsuaramerdeka.com - Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak penetapan UMP 2022 di depan Kantor Disnakertrans Jateng, Senin, 29 November 2021. 

Masa unjuk rasa yang datang dari Kabupaten Semarang, Kendal, Demak dan Kota Semarang ini menuntut agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merevisi keputusan UMP yang dinilai merugikan buruh. 

Baca Juga: 7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Para buruh pun menutup sebagaian akses jalan Pahlawan Semarang sehingga kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas, agar tidak terjadi ketersendatan.

Koordinator aksi Aulia Hakim dalam orasinya mengatakan aksi unjuk rasa ini sangat penting untuk dikawal agar diberikan upah yang berkeadilan dengan tidak memakai dasar PP 36 tahun 2021 tentang pengupahan. 

"Karena Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan bahwa PP 36 tahun 2021 tentang pengupahan sebagai turunan UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional secara bersyarat dengan demikian pemerintah harus membuat dari nol atau membuat ulang," katanya. 

Baca Juga: 10 Plesetan Singkatan PPKM ala Netizen, Ada Putus Padahal Kita Mencintai

Menurutnya UU Cipta Kerja harus tunduk kepada Undang Undang itu tentang Perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang Undangan. 

Selain itu buruh pun menuntut agar dalam penetapan UMP dan UMK 2022 menggunakan formula UMK 2021 ditambah kebutuhan wajib buruh dimasa pandemi atau minimal kenaikan 10 persen.

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB
X