Penerapan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di Pesantren Masih Rendah

- Sabtu, 27 November 2021 | 21:43 WIB
 SAMPAIKAN MATERI: Staff Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip Semarang, menyampaikan materi diseminasi hasil program penerapan pendidikan kesehatan reproduksi remaja di pesantren di Azana Hotel Airsport Semarang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Pamungkas Ashadi)   
SAMPAIKAN MATERI: Staff Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip Semarang, menyampaikan materi diseminasi hasil program penerapan pendidikan kesehatan reproduksi remaja di pesantren di Azana Hotel Airsport Semarang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Pamungkas Ashadi)  

 


SEMARANG, suaramerdeka.com - Penerapan pendidikan kesehatan reproduksi remaja di pesantren masih rendah. Padahal remaja adalah Sumber Daya Manusia (SDM) berharga untuk masa depan.

Menurut Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr. Sri Achadi Nugraheni mengatakan, terjadi masalah kesehatan pada remaja selama 5 tahun terakhir yaitu terkait kesehatan reproduksi, gangguan mental dan penggunaan zat adiktif yang mempengaruhi kualitas remaja.

"Pendidikan terkait kesehatan reproduksi sudah disampaikan disekolah maupun di rumah, namun perlu juga disampaikan pada lingkungan pesantren sebagai tempat pendidikan karakter remaja," ujarnya dalam acara yang bertajuk Diseminasi Hasil Program Penerapan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di Pesantren yang diadakan di Azana Hotel Airsport Semarang, Kamis (25/11).

Baca Juga: Kalahkan Wakil India, The Minions Lolos ke Final Indonesia Open 2021

Menurutnya, pngembangan penerapan pendidikan kesehatan reproduksi tidak hanya dapat dilakukan oleh institusi pemerintahan, namun perlu peran peran dari institusi pendidikan atau akademisi dan yayasan lingkungan pondok pesantren.

Di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Grobogan dan Demak memiliki angka pernikahan dini, kehamilan remaja, perceraian, AKI dan AKB yang tinggi, serta memiliki masalah kesehatan reproduksi yang lain yang cukup banyak.

Untuk itu penting penerapan pendidikan kesehatan reproduksi di pesantren pada remaja. Berdasarkan data Kemenag tahun 2019 terdapat 238 pesantren di Kabupaten Grobogan dan 107 pesantren di Demak, serta terdapat 3.787 pesantren di Jawa Tengah. Grobogan dan Demak memiliki cukup banyak masalah kesehatan reproduksi.

Baca Juga: 4 Shio Ini Bakal Hoki di Tahun Macan 2022, Ada Shiomu Juga?

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB

Hotel Dafam Pekalongan Kunjungan di Suara Merdeka

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:58 WIB
X