Tekan Angka Stunting, 63 Kampung KB di Kabupaten Semarang Jadi Percontohan Program Dapur Sehat

- Kamis, 25 November 2021 | 21:02 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha melihat produk olahan makanan Program Dapur Sehat Atasi Stunting Desa Branjang, Ungaran Barat yang diresmikan. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha melihat produk olahan makanan Program Dapur Sehat Atasi Stunting Desa Branjang, Ungaran Barat yang diresmikan. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

Di lokasi yang sama, usai peresmian Ketua TP PKK Peni Ngesti Nugraha meninjau langsung beberapa Taman Toga di Desa Branjang.

Baca Juga: Komunitas Diajeng Semarang Nonton Bioskop Berkebaya, Film Losmen Bu Broto Jadi Inspirasi

“Di sini dapat ditanam berbagai macam tanaman yang berguna untuk kesehatan keluarga. Jadi terus kembangkan dan dirawat agar dapat diperoleh manfaatnya,” ujar dia.

Kades Suhardi menjelaskan, kasus stunting di Desa Branjang terus menurun dalam waktu tiga tahun terakhir ini.

Pada 2019 tercatat ada 34 kasus dan setahun kemudian menjadi 28 kasus. Tahun ini, ditemukan 18 kasus stunting.

Baca Juga: Tiga Pebulutangkis Indonesia Masuk Nominasi BWF 2020/2021

“Target kami tahun depan bisa nihil kasus stunting,” jelasnya.

Rencana capaian itu, menurut dia, didukung penambahan dana penanganan dari APBDes.

Pada 2020, dianggarkan Rp 40,5 juta untuk memenuhi kebutuhan gizi warga sasaran.

Tahun ini bertambah menjadi Rp 43 juta dan pada 2022 direncanakan ditambah lagi.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahap Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta Dibalik

Rabu, 26 Januari 2022 | 23:57 WIB

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB

BPN Serahkan 645 Sertifikat Aset Pemkab Semarang

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB

Misa Natal 2021, Seluruh Gereja Sudah Disterilkan

Jumat, 24 Desember 2021 | 20:00 WIB
X