Tekan Angka Stunting, 63 Kampung KB di Kabupaten Semarang Jadi Percontohan Program Dapur Sehat

- Kamis, 25 November 2021 | 21:02 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha melihat produk olahan makanan Program Dapur Sehat Atasi Stunting Desa Branjang, Ungaran Barat yang diresmikan. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha melihat produk olahan makanan Program Dapur Sehat Atasi Stunting Desa Branjang, Ungaran Barat yang diresmikan. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pengelola Kampung KB “Mbangun Sarira” Desa Branjang, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang bergerak cepat menangani kasus stunting atau gagal tumbuh anak usia dibawah tiga bulan.

Untuk mengatasi kasus stunting warga desa tergerak secara mandiri menyiapkan makanan bergizi bagi ibu hamil dan makanan untuk anak dibawah usia tiga tahun.

Seluruh bahan pangan yang dibutuhkan dipasok dari hasil kebun desa setempat melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Baca Juga: Kalahkan Persika 1-0, PSISa Salatiga Berpeluang ke Semifinal

“Program Dashat di Desa Branjang merupakan merupakan yang pertama di Kabupaten Semarang. Program ini kita persiapkan agar dapat diaplikasikan pada 63 Kampung KB yang tersebar di 19 kecamatan,” kata Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Romlah melalui Kabid Pengendalian Penduduk dan Kesejahteraan Sosial, Siti Maghfiroh disela Peresmian Program Dashat di Dusun Cemanggah Kidul, Branjang, Kamis 25 November 2021.

Peresmian kemarin ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha disaksikan Kades Branjang Suhardi serta puluhan warga dan anggota PKK Desa Branjang.

Melalui Program Dashat, Siti Maghfiroh menambahkan, masyarakat diberdayakan memenuhi kebutuhan gizi warga sasaran secara mandiri.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Stakeholder untuk Mengakselerasi Transformasi Digital

Sasarannya meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita penderita stunting dari keluarga kurang mampu.

Pemenuhan gizi dari bahan pangan lokal itu dapat dikembangkan melalui taman tanaman obat keluarga (toga).

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Selasa, 30 November 2021 | 21:46 WIB
X