Suara Merdeka Network Sapa dan Perkenalkan Diri kepada HMIKS

- Kamis, 25 November 2021 | 17:20 WIB
Suara Merdeka Network (SMN) saat bertemu dengan anggota dari Himpunan Masyarakat Inklusi Kota Semarang (HMIKS) yang berasal dari sejumlah komunitas dan yayasan, di Balai Kota Semarang, Rabu 24 November 2021. (suaramerdeka.com/dok)
Suara Merdeka Network (SMN) saat bertemu dengan anggota dari Himpunan Masyarakat Inklusi Kota Semarang (HMIKS) yang berasal dari sejumlah komunitas dan yayasan, di Balai Kota Semarang, Rabu 24 November 2021. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Suara Merdeka Network (SMN) menunjukkan keberadaan dirinya sebagai sebuah jaringan lembaga media yang terbuka bagi semua kalangan.

Hal tersebut ditunjukkan dengan menyapa dan memperkenalkan diri kembali kepada Himpunan Masyarakat Inklusi Kota Semarang (HMIKS).

Wakil Pemimpin (Wapemred) Suara Merdeka, Triyanto Triwikromo mengatakan, ini sebenarnya merupakan pengenalan ulang Suara Merdeka kepada yayasan dan komunitas disabilitas yang ada di Kota Semarang.

Hal tersebut dikarenakan adanya transformasi Suara Merdeka yang telah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan, seiring berkembangnya jaman.

Baca Juga: Hasil Tes PCR Member Blackpink Keluar, Ini Pernyataan Resmi YG Entertainment

"Suara Merdeka sekarang berbentuk jaringan kerja yang disebut SMN. Jadi, sekarang tidak lagi hanya berbentuk media cetak dalam koran."

"Namun juga ada di dalam media online seperti suaramerdeka.com, Suara Merdeka berbentuk Media Sosial (Medsos) yang disampaikan melalui Twitter, Facebook, Instagram, dan lain-lainnya."

"Selain itu, ada Suara Merdeka TV dan TVKu serta jaringan 100 stasiun radio," ujar dia, saat bertemu dengan anggota dari HMIKS di Balai Kota Semarang, Rabu 24 November 2021.

Semua media di bawah naungan SMN tersebut, kata dia, masing-masing berelasi dan memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa TT ini menambahkan jika SMN memiliki Event Organizer.

Baca Juga: Penanda Shalat Segera Dimulai, Berikut Lafal Iqamah

Salah satu acara besar yang pernah digelar yakni saat menggelar Milad ke-74 KH Mustofa Bisri (Gus Mus) bertajuk "Mata Air Gus Mus" pada 10 Agustus 2018 pada saat Suara Merdeka dulu berkantor di Jalan Pandanaran II nomor 10, Mugassari.

"Saking ramainya perhelatan ini, hingga terpaksa menutup jalan mulai dari depan kantor sampai area Taman KB atau yang sekarang dikenal dengan Taman Indonesia Kaya (TIK)."

"Kami juga memiliki Suara Merdeka Institut (SMI) yang bergerak dalam bidang konsultan kemediaan yang berelasi dengan banyak instansi."

"Untuk itu, kami ingin memberitahukan bahwa Suara Merdeka yang ada saat ini merupakan lembaga pelayanan yang berbasis media. Jadi sekali lagi, bukan sekadar hanya koran belaka," papar dia.

Baca Juga: Peringatan Hari Guru Nasional: Salut! Ini 5 Kisah Hebat Perjuangan Para Guru di Indonesia

Selanjutnya, TT mengungkapkan jika pihaknya pun tertarik untuk mengidentifikasi persoalan-persoalan dari HMIKS yang berkaitan dengan media.

"Mungkin nantinya akan bisa memfasilitasi penyelenggaraan event dari teman-teman HMIKS," ucap dia.

Pada kesempatan tersebut, Pengurus Forum Komunikasi Keluarga Anak Difabel (FKKAD) Semarang, Rahayu menyampaikan jika basis tugasnya lebih kepada pemberdayaan orangtua dari anak yang autis.

Dirinya berkeinginan agar orangtua-orangtua tersebut yang memiliki keterampilan bisa menularkan ilmunya kepada anak-anak mereka yang autis.

Baca Juga: Arti dan Keutamaan Dzikir Sholawat Munjiyat, Teks Arab Lengkap dengan Terjemahnya

"Kami berkeinginan agar ada kolaborasi dari SMN untuk menggelar kegiatan bersama. Ini karena selama pandemi, kami memang tidak ada kegiatan sehingga anak-anak autis lebih cenderung bersama terus-menerus dengan para orangtuanya."

"Kami pun berharap agar media-media yang ada bersedia untuk memberitakan dan mengedukasi masyarakat luas terkait autisme."

"Soalnya sampai sekarang ternyata masih banyak masyarakat yang tidak atau belum mengetahui autis itu seperti apa. Mereka cenderung memandangnya sebagai hal-hal yang negatif," harap dia.

Adapun anggota HMIKS yang hadir berasal dari FKKAD Semarang, FOKADS, Komunitas Difabel "Ar-Rizki" (Tembalang), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Semarang.

Baca Juga: Hari Guru Nasional, Mendikbudristek: Tak Padamkan Semangat, Nyalakan Obor Perubahan

Lalu Komunitas Tuna Netra "Sahabat Mata" (Mijen), Rumah Pintar EFATA, Difabel "Karunia Ilahi" (Meteseh), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Semarang.

Majelis Pengajian Difabel (MPD) Semarang, Yayasan Difabel Hati Bapa (Pedurungan), dan Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Semarang di Semarang Selatan.

Kegiatan juga dihadiri Pemred suaramerdeka.com Agus Toto Widyatmoko, Manager Marcomm Youlanda, Manager Pemasaran Eko Fitriyanto, dan Kepala Perwakilan Semarang Doni Nugroho.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Semarang Jadi Kota Pembangunan Terbaik di Indonesia

Minggu, 28 November 2021 | 22:20 WIB

Kota Semarang Tuan Rumah AHL Germas Tingkat Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 19:26 WIB

HUT Korpri Ke-50, Polres Semarang Gelar Baksos

Jumat, 26 November 2021 | 22:21 WIB

KPU Kota Semarang Catat 137 Pemilih Baru

Kamis, 25 November 2021 | 21:38 WIB
X