PGRI Jateng Desak Kecukupan Guru Terpenuhi

- Rabu, 24 November 2021 | 15:19 WIB
BERIKAN ARAHAN : Wakil Ketua PGRI Jateng Dr Bunyamin dan Ketua Biro Pengembangan Profesi PGRI Jateng Agung Purwoko MPd memberikan arahan kepada peserta yang akan mengikuti seleksi P3K tahap II di kantor PGRI Jateng, Rabu 24 November 2021. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
BERIKAN ARAHAN : Wakil Ketua PGRI Jateng Dr Bunyamin dan Ketua Biro Pengembangan Profesi PGRI Jateng Agung Purwoko MPd memberikan arahan kepada peserta yang akan mengikuti seleksi P3K tahap II di kantor PGRI Jateng, Rabu 24 November 2021. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng masih terus mendorong dan mendesak pemerintah untuk mencukupi kebutuhan guru.

Wakil Ketua PGRI Jateng, Dr Bunyamin menyatakan, pihaknya berharap melalui seleksi atau rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) bagi guru honorer, kebutuhan guru untuk tahun ini bisa dicukupi.

"Kami berharap banyak, untuk seleksi P3K tahap II ini, kekurangan guru bisa dicukupi tahun ini melalui koordinasi masing-masing pemda/pemprov. Dengan begitu pelayanan pendidikan akan lebih optimal," kata Bunyamin usai memberikan arahan kepada peserta yang akan mengikuti seleksi P3K tahap II di kantor PGRI Jateng, Rabu (24/11).

Baca Juga: Pemkot Semarang Siapkan Sarpras Antisipasi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Sebelumnya, pada Oktober lalu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), secara resmi mengumumkan 173.329 guru honorer lulus ujian seleksi pertama guru P3K.

Meski demikian, angka tersebut dinilai masih jauh dari yang diharapkan PGRI Jateng.

Menurut pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang itu, pendidikan merupakan urusan wajib dan dasar pertama yang harus dilayani pemerintah.

"Kebutuhan guru itu urgen dan penting untuk dicukupi. Salah satunya kami mendorong untuk diseleksi menjadi P3K. Dengan demikian, keberadaan guru diakui dan mendapatkan penghargaan yang pantas sebagai pegawai," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB
X