LPEI Digugat ke PN Semarang, Diminta Batalkan Lelang Eksekusi

- Selasa, 23 November 2021 | 18:46 WIB
Pengadilan Negeri Niaga Tipikor Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Pengadilan Negeri Niaga Tipikor Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) digugat di Pengadilan Negeri PN Semarang. Lembaga tersebut diminta membatalkan lelang eksekusi aset milik para penggugat.

Dalam sistem informasi penelusuran perkara PN Semarang, LPEI dan tujuh pihak lain digugat oleh PT Jasa Mulya Indonesia, PT Mulia Walet Indonesia, dan PT Borneo Walet Indonesia.

Kuasa hukum penggugat, Hanitio Satria Putra mengungkapkan, kasus ini berawal saat PT Jasa Mulya Indonesia (JMI) dalam kapasitasnya sebagai debitur mengikatkan diri dalam perjanjian kredit modal kerja ekspor dengan LPEI selaku kreditur.

Kredit yang diajukan PT JMI (Penggugat I) pun disetujui oleh LPEI dengan nilai Rp 276 miliar.

Baca Juga: Ratusan Napi Ikuti Vaksinasi Dosis 2, Warga Binaan: Kami Merasa Aman

Untuk menjamin kewajiban pembayaran, PT JMI menyerahkan jaminan yang dipasang hak tanggungan senilai Rp 338,7 miliar. Jaminan tersebut berupa sertifikat tanah yang tersebar di berbagai lokasi.

Seiring berjalannya waktu, PT JMI ternyata mengalami kerugian bisnis akibat permasalahan politik antara China dengan Amerika yang berdampak berhentinya expor sarang burung walet.

Perusahaan ini berusaha memenuhi dan menyelesaikan kewajibannya dengan cara mengajukan permohonan restrukturisasi pinjaman kepada LPEI.

Baca Juga: Yuk Intip, Ini Isi Surat Park Shin Hye Kabarkan Segera Menikah

"Akan tetapi upaya itu tidak mendapatkan tanggapan yang memadai dari LPEI selaku debitur," kata Hanitio, Selasa (23/11).

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hendi: Pungut Biaya di Luar Ketentuan, Binasakan

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:53 WIB
X