Tanah Musnah Imbas Tol Semarang-Demak, Aan Tawli: Pemilik Dapat Upayakan Uji Materi

- Senin, 22 November 2021 | 22:00 WIB
Proyek Tol Semarang-Demak. (suaramerdeka.com / dok)
Proyek Tol Semarang-Demak. (suaramerdeka.com / dok)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengadaan tanah untuk kepentingan umum hanya mengenal konsep ganti rugi.

Masyarakat juga dapat mengupayakan langkah hukum berupa uji materi ke Mahkamah Agung atas aturan undang-undang yang mengatur tanah musnah.

Hal itu disampaikan Aan Tawli, kuasa hukum warga yang lahannya terancam ditetapkan sebagai tanah musnah imbas dari pembangunan jalan tol Semarang-Demak.

“Ketika tanah njenengan diambil oleh orang yang tidak berhak, anda bisa lapor kepolisian, perampasan tanah namanya, kalau rumah panjenengan misal dirusak bisa melapor perusakan, itu fungsi Negara, menjaga,” kata Aan Tawli, selaku kuasa hukum warga, Senin (22/11).

Baca Juga: Belajar Sambil Mendengarkan Musik, Efektifkah?

 

Aan mengungkapkan, "Langkah hukum terbaik bagi masyarakat yang terkena penetapan tanah musnah adalah melakukan Uji materi ke Mahkamah Agung terhadap Permen ATR BPN No 17/2021."

Ia mempertanyakan mengapa di Permen ATR BPN No 17/2021 ini negara tidak menjaga, apa latar belakangnya.

"Jika akan lebih diproduktifkan, sekarang pertanyaannya tanah yang mereka gempur ini tambak sebagian besar,

mata pencaharian masyarakat, masyarakat telah memproduktifkan dengan cara mereka dan kemampuan mereka. Negara diuntungkan? diuntungkan karena setiap tahun mereka bayar PBB, mereka bayar pajak semua,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB
X