Pasar Johar Cagar Budaya, Pemkot Semarang Maksimalkan Promosi

- Senin, 22 November 2021 | 21:51 WIB
Asisten II Setda Kota Semarang Widoyono didampingi Kepala Pasar Johar Tengah Sajadi, berdialog dengan pedagang di salah satu lapak Johar Tengah, saat mengunjungi Pasar Johar, Senin (22/11). (SM/Slamet Daryono)
Asisten II Setda Kota Semarang Widoyono didampingi Kepala Pasar Johar Tengah Sajadi, berdialog dengan pedagang di salah satu lapak Johar Tengah, saat mengunjungi Pasar Johar, Senin (22/11). (SM/Slamet Daryono)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Kota Semarang terus berupaya membuat Pasar Johar Cagar Budaya ramai pengunjung, dengan terus mempromosikan dan menyosialisasikan ke masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Widoyono, saat mengunjungi Pasar Johar, Senin (22/11).

“Sampai sekarang kita terus berupaya agar Pasar Johar ramai pengunjung, dengan cara terus sosialisasi ke masyatakat. Melalui Diskominfo, kita pasang baliho di beberapa titik, yang isinya memberitahukan tentang bukanya Pasar Johar dan mengajak masyarakat untuk berbelanja,” kata dia.

Baca Juga: Hellbound Pecahkan Rekor Squid Game, Trending 24 Negara Sehari Setelah Rilis

Selain itu, menurut Widoyono, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, terus memromosikan serta menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa Johar sudah buka, meskipun belum resmi dilaunching.

Di antara sosialisasi tersebut, menurut dia, yaitu dengan menghimbau kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk berbelanja ke Johar.

“Setiap hari kita menggilir dinas-dinas untuk berbelanja. Nanti kalau sudah berakhir jadwalnya, akan kita ulang kembali terus sampai Johar ini betul-betul penuh,” kata dia.

Widoyono menyampaikan, sebenarnya dulu ultimatum Dinas Perdagangan Kota Semarang kepada pedagang agar pada 10 Oktober, harus sudah masuk.

“Kita tidak bisa terlalu kaku dengan ini, karena mamang pada kenyataannya masih ada problem. Di sana (relokasi-red) juga tidak bisa langsung dilepaskan. Kita juga memahami suasana psikologi pedagang,” kata dia.

Baca Juga: Leye dan Generasi Ketiga di Lipursari (2-habis) : Sasar Generasi Milenial, Diolah Jadi Tiwul Instan

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kauman Kampung Quran Jadi Jejak Syiar Peradaban Islam

Senin, 24 Januari 2022 | 07:45 WIB

Omicron Masuk Jawa Tengah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 01:18 WIB
X