Antisipasi Lonjakan Covid-19, Hendi Akan Sewa Hotel Sebagai Tempat Karantina

- Kamis, 10 Juni 2021 | 18:33 WIB
MENYAPA :  Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menyapa para pegiat pariwisata Kota Semarang di Hotel PO, Jumat (10/5). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
MENYAPA : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menyapa para pegiat pariwisata Kota Semarang di Hotel PO, Jumat (10/5). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menyikapi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di kota Semarang khususnya pasca libur lebaran, Wali Kota Hendrar Prihadi berencana akan menyewa hotel untuk dijadikan sebagai tempat isolasi.

Langkah ini diambil sebagai upaya cadangan apabila sewaktu-waktu terjadi Bed Occupancy Rate (BOR) seperti di rumah sakit, asrama haji maupun rumah dinas sudah penuh.

''Diperlukan sebuah ruang yang sudah siap untuk digunakan, dan salah satunya adalah hotel,'' ujar wali kota yang akrab disapa Hendi, usai memberikan pengarahan kepada General Manager hotel se-kota Semarang di Hotel Po, Rabu (9/6) lalu.

Baca Juga: Udinus Dianugerahi Penghargaan Mark Plus Inc, Rutin Cetak Wirausahawan Muda

Disampaikannya, pasca libur lebaran di Indonesia angka Covid di Jateng khususnya di Kota Semarang naik.

Hari ini tercatat 1.058 dengan komposisi 55 persen warga Semarang, dan 45 persen atau sekitar 499 warga luar Semarang yang didominasi dari Kudus.

Upaya untuk menyewa hotel sebagai tempat isolasi mendapat respon positif dari sebagian besar pengelola hotel.

Sebagai upaya antisipatif, pihaknya terus menggiatkan upaya pengetatan protokol kesehatan hingga ke tingkat microzonasi kelurahan, RT dan RW dengan menggandeng Polrestabes, TNI atau Dandim.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Kudus Tembus 10 Ribu, 7.085 Pasien Sembuh

"Mudah-mudahan dalam kurun waktu satu dua pekan ini angkanya semakin menurun jadi tidak perlu menggunakan hotel-hotel di Semarang sebagai tempat karantina," pungkas Hendi.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga mengingatkan pengelola hotel untuk ikut menjaga standar protokol kesehatan dengan ketat.

''Saat ini, tingkat okupansi hotel sudah mulai naik. Tapi yang kita rintis dari awal, tolong dijadikan standar. Mulai tamu datang dicek suhu tubuh, kamar disemprot disinfektan secara rutin dan seterusnya. Kalau sudah dilakukan teruskan saja.

Mari kita menjadi satu tim yang benar-benar mematuhi peraturan yang ada,'' imbuhnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

34 Pohon di Semarang Tumbang Akibat Cuaca Buruk

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:39 WIB

Langgar Jam Operional, Enam Tempat Karaoke Disegel

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:17 WIB

Ziarah Edukasi, Siswa Observasi Taman Makam Pahlawan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:01 WIB
X