Hindari Gesekan Masyarakat, DMI Kabupaten Semarang Minta Larangan Salat Jumat Dikaji Ulang

- Kamis, 10 Juni 2021 | 16:31 WIB
Suasana Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Baiturrahman, Singaparna, Kamis (13/05/2021).
Suasana Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Baiturrahman, Singaparna, Kamis (13/05/2021).

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Semarang berharap Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengkaji ulang Instruksi Bupati (Inbup) Semarang Nomor 14 Tahun 2021 khususnya poin larangan masjid yang berlokasi di tepi jalan nasional, provinsi, kabupaten menggelar salat jumat dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dikatakan Ketua DMI Kabupaten Semarang, KH Zaenal Abidin, secara pribadi ia mendukung instruksi yang aktif diberlakukan, Selasa (8/6) itu. Hanya saja, pihaknya tidak bisa memastikan kehendak masyarakat untuk melaksanakan salat jumat di masjid mengingat itu dinilai sensitif.

“Kami berharap kebijakan itu ditinjau ulang. Keluarnya instruksi tersebut juga mendadak, apalagi jumlah masjid di Kabupaten Semarang yang lokasinya dekat jalan utama ada lebih dari 300 masjid,” katanya, Kamis (10/6).

Baca Juga: Pengelolaan FLW Dukung Ekonomi Sirkular dan Pembangunan Rendah Karbon

Poin larangan serupa, lanjut dia, pernah diberlakukan Bupati Semarang Mundjirin mengacu kesepakatan melibatkan NU, Muhammadiyah, dan MUI. Namun yang terjadi, masjid-masjid yang lokasinya berada di kampung-kampung justru dipenuhi jamaah.

Melihat pengalaman tadi, KH Zaenal Abidin meminta Pemkab Semarang tetap memberikan izin salat jumat bagi masjid yang lokasinya berada di tepi jalan utama. Sejalan dengan itu, dirinya meminta aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP bisa membantu memperketat penerapan protokol kesehatan ketika salat jumat hendak dilaksanakan.

“DMI prinsipnya selalu mendukung pemerintah. Tetapi ini susah, kami khawatir nanti ada benturan dengan masyarakat. Ini jelas dilematis bagi kami,” bebernya.

Baca Juga: Cemaskan Kesiapan Aurel dan Atta Berumah Tangga, Pesan Krisdayanti: Tetap Bersama Mengambil Keputusan

Pihak DMI Kabupaten Semarang juga menyayangkan Pemkab maupun Satgas Covid-19 Kabupaten Semarang yang tidak mengundang perwakilan DMI maupun MUI sebelum memutuskan adanya larangan melaksanakan ibadah salat jumat bagi masjid di tepi jalan utama.

KH Zaenal Abidin sendiri mengetahui adanya revisi Inbup 13/2021 menjadi Inbup 14/2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang justru setelah membaca berita di media massa dan postingan di media sosial.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X