Prapendaftaran Wajib Jika Ingin Ikuti Seleksi PPDB 2021, Tekan Risiko Data Peserta Didik Keliru

- Rabu, 9 Juni 2021 | 18:26 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menghadiri peluncuran program dan aplikasi PPDB daring 2021, di RM IBC, Rabu 9 Juni 2021. (Hari Santoso/ Suaramerdeka.com )
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menghadiri peluncuran program dan aplikasi PPDB daring 2021, di RM IBC, Rabu 9 Juni 2021. (Hari Santoso/ Suaramerdeka.com )

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rangkaian pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk jenjang TK, SD, dan SMP Negeri di Kota Semarang dimulai dalam waktu dekat. Seluruh perangkat pendukung termasuk fasilitas yang akan dipakai registrasi daring sudah disiapkan.

Kendati demikian Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri merasa perlu mengingatkan mengenai PPDB tahun ini yang memakai sistem prapendaftaran. Hal ini yang tidak boleh dilewatkan orang tua, wali murid maupun calon peserta didik.

"Sebab jika tidak mengikuti tahapan prapendaftaran, otomatis calon siswa tidak bisa melakukan registrasi daring. Jadi ditekankan perlunya orang tua, wali murid, dan calon murid, mencermati jadwal pelaksanaan prapendaftaran," kata dia dalam kegiatan peluncuran program dan aplikasi PPDB daring 2021, di RM IBC jl dr Wahidin, Rabu 9 Juni 2021.

Baca Juga: Anggaran Alutsista Capai Rp1,7 Triliun, PT TMI Besutan Prabowo Jadi Sorotan ICW

Forum ini dihadiri Sekretaris Dinas, Hari Waluyo, Kepala Bidang Pembinaan PAUD PNF, Daryata, Kepala Bidang Pembinaan SD, Hidayatullah Iman Prasetyo, serta Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sidik Sumarsono. Diakui penerimaan peserta didik tahun ini sedikit berbeda, terutama dengan diberlakukannya model prapendaftaran.

Sistem ini diinginkan membantu orang tua atau wali murid menyiapkan berkas dan persyaratan yang akan dipakai mendaftar sekolah. Prapendaftaran berjalan lima hari sebelum pendaftaran resmi dibuka. Model ini juga langkah koreksi bagi orang tua dan sekolah terhadap berkas dan persyaratan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Dinkes Jateng: 18 Persen Masyarakat Tidak Taat Prokes

"Memanfaatkan prapendaftaran orang tua, maupun calon peserta didik bisa mengecek kebenaran data. Apabila ditemukan kekurangan atau terdapat syarat yang terlewatkan segera dilakukan perbaikan lewat sekolah,'' imbuh Gunawan.

Risiko Keliru

Selain itu dengan penerapan prapendaftaran akan terkurangi risiko kekeliruan atau ketidaklengkapan data. Kekurangan data dan persyaratan dapat berakibat fatal karena bisa membuat peserta tersingkir dari sistem seleksi daring.

Dinas Pendikan Kota Semarang melalui sistem aplikasi PPDB daring di laman ppd.semarangkota.go.id sudah membuat alur yang bisa dicermati sebagai petunjuk. Pada tahap prapendaftaran calon siswa diminta mengisikan data nomor induk kependudukan (NIK) dan tanggal lahir. Kemudian juga dilakukan pengecekan data serta menerima kata kunci (pasword).

Jika data sudah sesuai termasuk piagam prestasi, nilai rapor dan kartu keluarga maka nantinya akan menjadi data resmi saat mendaftar di sekolah tujuan.

Namun bila terdapat kekeliruan secepatnya harus diverifikasi sekolah asal dan selanjutnya divalidasi oleh dinas pendidikan.

Adapun jadwal prapendaftaran TK SD mulai 13-18 Juni. Diteruskan pendaftaran daring 26-29 Juni. Lalu untuk kebutuhan analisis dan pemeringkatan 30 Jun-1 Juli. Adapun, pengumuman daring dan ditempel di satuan pendidikan pada 2 Juli. Disusul daftar ulang mulai 2-5 Juli.

Kemudian pada tingkat SMP, prapendaftaran mulai 20-25 Juni. Diteruskan pendaftaran daring 27-30 Juni. Lalu dilaksanakan analisis dan pemeringkatan 1-2 Juli. Kemudian untuk pengumumuan secara daring dan ditempel di satuan pendidikan 3 Juli. Selebihnya untuk kebutuhan daftar ulang 3-6 Juli.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misi NU Menjaga Kelangsungan Aswaja dan Keutuhan NKRI

Minggu, 1 Agustus 2021 | 17:12 WIB
X