Ruang ICU Rumah Sakit Hampir Penuh, Kepala Dinkes: Ini Alarm Untuk Kita Semua

- Rabu, 9 Juni 2021 | 17:55 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, dr Ani Rahardjo MPPM (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, dr Ani Rahardjo MPPM (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, dr Ani Rahardjo MPPM memaparkan bila sejak awal pekan ini ruang ICU khusus tempat merawat pasien positif Covid-19 pada sejumlah rumah sakit di Kabupaten Semarang hampir penuh. Prosentase isian ICU menurutnya tergolong tinggi, yakni di atas 70 persen.

“Itu (ICU untuk merawat pasien-Red) khusus Covid-19, yang kita bicarakan ini khusus Covid-19,” paparnya, Rabu (9/6).

Ketika Rakor Satgas Covid-19 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, awal pekan lalu, dr Ani mengungkapkan bila Bumi Serasi, lanjutnya, apabila diurutkan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang paling berisiko penularan Covid-19 menempati urutan ke 11.

Baca Juga: Tekan Penyebaran Covid, HKTI Jateng Fasilitasi Tes Swab Antigen Gratis

Adapun empat rumah sakit yang merawat pasien Covid-19, meliputi RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran, Rumah Sakit Kensaras, dan Rumah Sakit Bina Kasih Ambarawa. Apabila dirinci, tingkat isian ICU di RSUD Ambarawa sudah mendekati 90 persen, RSUD Ungaran 80 persen, dan Rumah Sakit Kensaras sudah 100 persen terisi.

“Masing-masing rumah sakit sudah mulai berupaya menambah ruang isolasi dan ICU,” ujar dia.

Berbicara rumah isolasi terpusat, Pemkab Semarang sudah menyediakan di tiga tempat. Yakni di Suwakul, Hotel Garuda Getasan, dan Rusunawa Pringapus. Di Suwakul, ada 38 orang penghuni, Garuda Kopeng 18 orang penghuni, dan dua orang menghuni Rusunawa Pringapus.

Baca Juga: Pengusaha Kecil Dilatih Digital Entrepreneurship

Kaitannya dengan klaster penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang, sejak Januari 2021 setidaknya ada 14 klaster sekolah. Kemudian ada klaster pabrik, kenduri atau hajatan, tarawih, lapas, pondok pesantren, perkantoran, klaster halalbihalal, tempat makan, dan klaster tempat ibadah.

Laman https://corona.semarangkab.go.id/ secara berkelanjutan merilis Data Zonasi Covid-19 di Kabupaten Semarang. Pada laman tersebut juga digambarkan bahwa ada empat kecamatan, yakni Kecamatan Ambarawa, Getasan, Bringin, dan Kecamatan Pabelan yang menjadi zona merah atau zona risiko tinggi rasio penyebaran Covid-19 mencapai 0-1,8.

Adapun rinciannya, per Selasa (8/6) pukul 17.00 disebutkan bahwa data kumulasi warga Kabupaten Semarang yang terkomfirmasi positif Covid-19 mencapai 11.717 orang. Ketika dirinci, ada 95 orang dirawat. Kemudian ada 456 orang warga menjalani isolasi mandiri.

Selanjutnya ada 10.716 orang warga yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, serta ada 450 orang warga Bumi Serasi yang meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga: Survei Toleransi dan Radikalisme di Jabar, di Tingkat Pergaulan Akur Soal Figur Pilih Bertempur

Sementara jumlah pasien suspek Covid-19, tercatat ada 46 orang. Mereka saat ini masih dirawat di beberapa rumah sakit dan menunggu hasil laboratorium.

Di sisi lain, apabila dilihat dari kurva harian pertambahan kasus Covid-19 dan kasus meninggal positif Covid-19 harian per 1 Juni 2021, Kabupaten Semarang mengalami kenaikan yang signifikan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang mencatat, 1 Juni 2021 ada pertumbuhan 31 kasus positif Covid-19 dan tidak ada kasus meninggal. 2 Juni 2021 ada 44 kasus Covid-19, 2 kasus meninggal. 3 Juni 2021 tercatat tambah 83 kasus baru, 3 orang meninggal positif Covid-19. 4 Juni 2021 kasus positif Covid-19 tambah 15, dengan kasus meninggal 0.

Kemudian 5 Juni 2021, naik lagi ada 92 kasus positif dan 2 orang meninggal dunia terpapar Covid-19. 6 Juni 2021 tambah 144 kasus positif, 2 orang meninggal dunia akibat positif Covid-19. 7 Juni 2021 tercatat ada tambahan 16 kasus positif Covid-19, seorang warga meninggal terpapar Covid-19. 8 Juni 2021 terdeteksi tambah 10 kasus, 4 orang meninggal dunia positif Covid, dan 9 Juni 2021 naik tinggi lagi yakni tambah 130 kasus, 5 orang warga meninggal dunia imbas terpapar Covid-19.

Penambahan kasus itu, tertinggi ada di Kecamatan Ungaran Timur yakni 42 kasus. Kecamatan Pringapus 24 kasus, Bringin 12 kasus, Jambu 10 kasus, Ungaran Barat dan Ambarawa masing-masing 8 kasus.

Kecamatan Kaliwungu 5 kasus, Banyubiru 4 kasus, Bandungan, Bergas, dan Tengaran masing-masing 3 kasus. Pabelan, Bancak, dan Tuntang masing-masing 2 kasus, sedangkan Bawen dan Suruh masing-masing 1 kasus.

“Posisi kita kalau tidak berusaha maksimal bisa jatuh ke zona merah, ini alarm untuk kita semua,” tegas dr Ani.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jumlah Orang jateng yang Telah Divaksin capai 8,7 Juta

Selasa, 14 September 2021 | 21:50 WIB

KNPI Siapkan Program Vaksinasi Covid-19 Seribu Dosis

Minggu, 12 September 2021 | 16:40 WIB
X