Cegah Covid-19 Meluas, Desa Batas Kudus Didesinfektan

- Rabu, 9 Juni 2021 | 16:26 WIB
DESINFEKTAN : Iringan kendaraan Satgas Penanganan Covid-19 melakukan penyemprotan desinfektan di Desa Karanganyar, Ngemplik dan Undaan Lor Kecamatan Karanganya, kemarin. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
DESINFEKTAN : Iringan kendaraan Satgas Penanganan Covid-19 melakukan penyemprotan desinfektan di Desa Karanganyar, Ngemplik dan Undaan Lor Kecamatan Karanganya, kemarin. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Satgas penanganan covid-19 Kabupaten Demak memberi perhatian khusus kepada desa-desa yang berbatasan dengan Kudus, utama desa yang masuk zona merah.

Seperti dilakukan petugas di Desa karanganyar, Desa Ngemplik dan Desa Undaan Lor Kecamatan Karanganyar, kemarin. Iringan kendaraan yang meliputi water canon Polres Demak, kendaraan Kodim, Dinas Kesehatan, Puskesmas maupun PMI melakukan penyemprotan desinfektan.

Penyemprotan tersebut tidak hanya diarahkan ke sepanjang jalan desa tetapi juga di gang-gang dalam desa dan di lingkungan rumah warga yang terdapat isolasi mandiri.
Dengan pengeras suara, petugas sekaligus mengedukasi masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas keluar rumah.

Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama mengatakan, penyemprotan disinfektan secara massal pada hari kedua tersebut difokuskan di desa zona merah yang berpatasan dengan Kudus.

Pada hari sebelunya, desinfektan dipusatkan di wilayah Kecamatan Demak kota. Upaya menekan penyebaran covid-19 juga dilakukan dengan menutup semua lokasi wisata dan membatasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Baca Juga: Tidak Shalat Masuk Golongan Kafir, Ini Dasar Hukumnya

Termasuk melarang kegiatan keagamaan dan hajatan yang menghadirkan banyak orang. "Larangan ini perlu diambil agar tidak terjadi lonjakan covid-19 yang semakin parah," katanya.

Setiap hari Satgas Covid-19 akan berkeliling melakukan sosialisasi, edukasi, dan operasi yustisi. Terharap warga yang tidak disiplin protokol kesehatan akan diambil tindakan swab antigen dan sanksi lainnya.

Dari data terakhir yang diupdate Satgas Covid-19 Kabupaten Demak, diketahui jumlah warga terkonfirmasi positif dan melakukan isolasi mandiri sebanyak 433 orang, kemudian yang dirawat di RS Demak 70 orang dan dirawat di RS luar Demak 91 orang.

Sementara itu salah satu desa yang menerapkan pengetatan PPKM mikro adalah Desa Bogosari, Kecamatan Guntur. Di desa tersebut terdapat 11 warga yang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif covid-19.

Baca Juga: Pernyataan Kontroversial Tjahjo Kumolo soal TWK dan Pelanggaran HAM, Jokowi Diminta Evaluasi

Pengetatan di antaranya berupa penutupan jalan masuk menuju lokasi kampung yang terdapat isolasi mandiri.

"Alhamdulillah jaga tangga di sini sudah berjalan dengan baik, sehingga ada pembagian tugas agar warga yang menjalani isolasi mandiri terpenuhi kebutuhan pokok," terang Kepala Desa Bogosari, Muhammad Makruf.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jumlah Orang jateng yang Telah Divaksin capai 8,7 Juta

Selasa, 14 September 2021 | 21:50 WIB

KNPI Siapkan Program Vaksinasi Covid-19 Seribu Dosis

Minggu, 12 September 2021 | 16:40 WIB
X