Hari Transportasi Umum, Pegawai Pemkot Semarang Kompak Tinggal Kendaraan Pribadi

- Selasa, 8 Juni 2021 | 19:43 WIB
Hendrar Prihadi yang datang ke kantornya sekitar pukul 07.45 WIB dengan menggunakan taksi
Hendrar Prihadi yang datang ke kantornya sekitar pukul 07.45 WIB dengan menggunakan taksi

Terkait pertimbangan kasus Covid yang saat ini belum menurun secara signifikan, pihaknya memastikan penerapan standar kesehatan baik BRT maupun transportasi online.

Hal itu karena berkaitan dengan masyarakat umum di mana orang banyak silih berganti menggunakan transportasi online maupun BRT. Pihaknya yakin jika operator angkutan umum dan penumpang benar-benar mematuhi prokes, maka tidak akan ada klaster baru yang muncul dari kebijakan ini.

"Kami selalu tekankan terkait sistem standarisasi protokol kesehatan untuk teman-teman operator online ataupun BRT, yakinkan kepada masyarakat supaya melayani sesuai dengan protokol kesehatan, karena jika masyarakat sudah yakin pasti akan beralih ke kendaraan umum,” pungkas Hendi.

Kebijakan Hendi ini pun memperoleh sambutan baik dari sejumlah driver transportasi online.

Salah satu Driver Gocar Iwan Kustiawan, juga antusias menyambut adanya Hari Transportasi Umum di Kota Semarang.

“Ini sangat membantu meningkatkan pendapatan kami terutama di masa pandemi seperti saat ini di mana orang enggan menggunakan transportasi umum. Biasanya sampai pukul 11 ini saya paling banyak mengantar 4 penumpang, tetapi hari ini saya sudah menerima 9 orderan. Merupakan hari berkah buat saya,” ujar Iwan.

Tak hanya Iwan, Emi Lestari, pengguna setia BRT pun senang dirinya bisa memanfaatkan botol plastik bekas untuk membayar tiket BRT.

Baca Juga: Dosen FT USM berikan Pendampingan Perencanaan dan Renovasi Mushola di Grobogan

“Meskipun ramai orang menggunakan BRT di hari Selasa, namun protokol kesehatan tetap diterapkan. Seperti jaga jarak antar kursi penumpang, penggunaan masker, dan penyediaan hand sanitizer baik di halte maupun di dalam bus. Yang paling seru bisa membayar menggunakan botol plastik,” tandasnya.

Di sisi lain, peringatan hari lingkungan hidup tak hanya diwujudkan Pemerintah Kota Semarang dengan kebijakan mewajibkan ASN maupun non ASN untuk naik angkutan umum.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Selasa, 30 November 2021 | 21:46 WIB

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB

Laka Berat di JLS, Anggota Polres Salatiga Meninggal

Selasa, 30 November 2021 | 09:38 WIB
X