Semarang Terima Limpahan Pasien dari Kudus, Kasus Covid Melonjak 1040 Orang, Tempat Wisata Ditutup Berkala

- Selasa, 8 Juni 2021 | 19:22 WIB
Kepala Dinkes Kota Semarang, dr Abdul Hakam/Foto Istimewa
Kepala Dinkes Kota Semarang, dr Abdul Hakam/Foto Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dalam beberapa hari terakhir, jumlah positif Covid-19 di Kota Semarang terus meningkat. Bila pada Minggu (6/6) lalu sebanyak 906 kasus, pada Selasa (8/6) naik menjadi 1040, bertambah 136 orang.

Selain karena jumlah positif warga Semarang naik, pertambahan juga karena warga luar daerah yang dirawat di Semarang juga naik. Dari Kudus, Semarang mendapatkan limpahan pasien sebanyak 130 orang.

Kepala Dinkes Kota Semarang, dr Abdul Hakam menuturkan, untuk pasien dari Kudus tersebar di beberapa tempat perawatan, seperti RSUD KRMT Wongsonegoro, RSUP dr Kariyadi, RS Sultan Agung, Rumah Sakit Tentara dan lainnya.

Baca Juga: Pemkab Magelang Bakal Tambah PTM di Tingkat SMP

Saat ini, sambung dr Hakam, tempat perawatan dan isolasi pasien Covid-19 di Kota Semarang juga hampir penuh. Di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, misalnya, sudah terisi 95 persen, dalam dua hari ini. Terkait hal tersebut, Dinkes akan menambah tempat isolasi pasien Covid-19.

''Kami sedang berkomunikasi dengan Kemenag Jateng untuk pemanfaatan Asrama Haji di Manyaran sebagai tempat isolasi. Kami juga akan membuka lagi Balai Diklat Kota Semarang untuk tempat isolasi. Tenaga medis sudah siap, mudah-mudahan secepatnya bisa dibuka,'' tambah Abdul Hakam, Selasa (8/6).

Protokol Kesehatan

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Liluk Winarto meminta agar pemkot segera menambah tempat isolasi.

Tujuannya, agar pasien Covid-19 bisa mendapatkan tempat isolasi yang baik, termasuk yang dari Kudus. Dia juga meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk menekan persebaran Covid-19.

''Dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sudah mengelurkan kebijakan pengetatan PPKM Mikro. Jadi masyarakat juga harus aktif untuk memenuhi protokol kesehatan,'' tambahnya.

Baca Juga: Tak Hanya Taktikal, Dragan juga Tekankan Pentingnya Komunikasi Antar Pemain

Pelaksanaan PPKM mikro juga diterapkan di sektor pariwisata yang akan dilakukan pengetatan mulai dari sterilisasi, pembatasan pengunjung dan jam operasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari mengatakan, tempat wisata yang dikelola Pemkot akan dilakukan tutup secara berkala.

"Tutup berkala ini bukan untuk membatasi akses pengunjung tapi lebih ke pembersihan total. Jadi setiap Senin dan Selasa akan tutup dan dilakukan pembersihan di lokasi wisata yang banyak dikunjungi," katanya, Selasa (8/6).

Tempat wisata yang dikelola Pemkot Semarang, di antaranya Taman Satwa Semarang Zoo, Taman Lele, Goa Kreo, dan lainnya. Sementara itu untuk rumah makan, restoran dan cafe serta tempat hiburan lainnya pembatasan masih seperti dulu baik jumlah pengunjung dan jam operasional.

Baca Juga: Pelatihan Software HEC RAS Bagi Penyedia Jasa Konstruksi dan Akademisi

"Jadi bagi masyarakat jika ada tempat makan, restoran kafe yang buka lebih dari jam 11 malam tolong infokan ke kami dam akan berikan tindakan tegas," ujarnya.

Sebelumnya, untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, GOR Tri Lomba Juang Semarang juga sementara ditutup dari aktivitas masyarakat. Rencananya, GOR Tri Lomba Juang akan ditutup mulai 7 Juni 2021, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB

Hotel Dafam Pekalongan Kunjungan di Suara Merdeka

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:58 WIB
X