Warga Positif Covid-19 Masih Bandel, Satgas Bakal Paksa Isolasi Mandiri di BKPP

- Selasa, 8 Juni 2021 | 18:36 WIB
DESINFEKTAN : Mobil water canon Polres Demak menyemprotkan air desinfektan di Jalan Sultan Fatah sekitaran Pasar Bintoro, kemarin. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
DESINFEKTAN : Mobil water canon Polres Demak menyemprotkan air desinfektan di Jalan Sultan Fatah sekitaran Pasar Bintoro, kemarin. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Meski sejumlah desa telah menerapkan pengetatan kegiatan masyarakat melalui PPKM mikro dan jaga tangga, namun masih terdapat warga yang terkonfirmasi covid-19 nekat beraktivitas di luar rumah.

Atas temuan itu, Satgas PPKM mikro mempertegas dengan lockdown skala mikro. Satgas Covid-19 Kabupaten Demak pun akan bertindak tegas dengan melakukan jemput paksa terhadap warga yang demikian untuk di karantina di pusat isolasi mandiri gedung Badan Kepegawaian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Demak.

Wakil Bupati Demak Ali Makhsun mengatakan, Satgas covid-19 Kabupaten Demak tidak akan mentoleransi warga terkonfirmasi covid-19 yang tidak taat menjalani isolasi mandiri.

"Apalagi sampai pergi ke pasar. Ini berisiko tinggi menular ke warga lain," kata Wabup Ali Makhsun.

Baca Juga: Polri Sebut Akan Ada Saksi Baru Diperiksa Terkait Kebocoran Data BPJS kesehatan

Ada dua tempat yang sudah disiapkan sebagai pusat isolasi mandiri tingkat kabupaten, yakni di gedung BKPP Buyaran dan Wisma Khasanah kompleks pujasera Masjid Agung Demak.

Selain kedua tempat itu, semua desa juga telah memiliki ruang isolasi mandiri yang diperuntukan bagi warga desa yang memerlukan karantina.

Dia menuturkan, terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri semestinya tidak perlu keluar rumah, karena mereka mendapat bantuan kebutuhan pangan, sembako dan juga memepoleh layanan pengobatan dari satgas.

Baca Juga: Realtegic Group dan Pan Brothers Kerja Sama Sediakan Perumahan Karyawan

Kalau mereka membutuhkan perawatan medis, petugas akan langsung memfasilitasi termasuk membawa ke rumah sakit.

Wabup mengungkapkan, baru-baru ini ada warga terkonfirmasi covid-19 yang datang ke kantor BKPP minta untuk diisolasi mandiri di gedung tersebut.

Dia datang sambil menunjukkan bukti hasil rapid antigen. Petugas kantor BKPP sempat kaget, bingung dan khawatir terpapar karena warga tersebut datang tanpa konfirmasi terlebih dahulu dan tidak diantar satgas covid-19.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Polres Pemalang Cegah Praktik Pungli Pelayanan Publik sesuai Prokes

"Dia maksudnya baik, tidak mau isolasi di rumah karena kemungkinan khawatir menular ke anggota keluarga. Tetapi kedatangaanya mendadak membuat petugas kebingungan karena sedang mematangkan persiapan ruang isolasi," ungkap Wabup.

Namun begitu, warga tersebut akhirnya mendapat pelayanan isolasi mandiri di BKPP.

Desinfektan Massal

Sementara itu mengantisipasi penyebaran Covid-19 agar tidak meluas, Pemerintah Kabupaten Demak melaksanakan penyemprotan disinfektan secara menyuluruh di semua wilayah.

Kegiatan diawali dengan penyemprotan desinfektan di Alun-alun Simpang Enam Demak itu dilepas Bupati Demak Eisti'anah.

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Ali Makhsun, Kapolres AKBP Andhika Bayu Adhittama, Damdim 0716/Demak Letkol Arh M Ufiz serta para pimpinan OPD.

Baca Juga: Hari Transportasi Umum, 50 Orang Tukar Botol Plastik Bekas dengan Tiket BRT Trans Semarang

Penyemprotan disinfektan merupakan salah satu langkah manajemen kontingensi penanganan covid-19. Pada hari pertama dipusatkan di wilayah Kecamatan Demak dan dilanjut ke kecamatan lain sehingga seluruh desa.

Eisti'anah memastikan ada peningkatan optimalisasi jogo tonggo dan PPKM mikro di semua desa. Semua camat hingga kepala desa telah diinstruksikan untuk bekerja ekstra agar optimalisasi bisa berjalan sesuai harapan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Camat, Kapolsek, Danramil, kepala desa, dan kepala puskesmas di setiap daerah untuk PPKM mikro dan termasuk menyiapkan pos-pos isolasi mandiri," tandasnya.

Selain itu, rumah sakit juga telah menambah tempat tidur pasien khusus covid-19 untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan.

Baca Juga: Pasien Anak Terinfeksi Covid-19 Miliki Tingkat Kematian 40 Persen, Orang Tua Punya Peran Besar Cegah Penularan

Dari data terakhir, jumlah warga terkonfirmasi yang isolasi mandiri sebanyak 387 orang, kemudian yang dirawat di RS Demak 78 orang dan dirawat di RS luar Demak 84 orang.

Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama menambahkan, penyemprotan disinfektan secara massal dilakukan baik di tempat-tempat umum dan keramaian, maupun ruang perkantoran di Kabupaten Demak.

Dia menegaskan bahwa kegiatan masyarakat juga dibatasi dan tidak boleh ada kegiatan berkumpul.

"Setiap hari Satgas Covid-19 akan berkeliling melakukan sosialisasi, edukasi, dan operasi yustisi kepada mereka yang tidak patuh dengan protokol kesehatan," tegasnya.

Mengingat kondisi yang belum kondusif ini, Polres Demak untuk sementara waktu tidak akan mengeluarkan izin bagi yang ingin mengadakan kegiatan termasuk hajatan.

Salah satu desa yang menerapkan pengetatan PPKM mikro adalah Desa Bogosari, Kecamatan Guntur. Di desa tersebut terdapat 11 warga yang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi covid-19.

Pengetatan di antaranya berupa penutupan jalan masuk menuju lokasi kampung yang terdapat isolasi mandiri.

"Alhamdulillah jaga tangga di sini sudah berjalan dengan baik, sehingga ada pembagian tugas agar warga yang menjalani isolasi mandiri terpenuhi kebutuhan pokok," terang Kepala Desa Bogosari, Muhammad Makruf.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jumlah Orang jateng yang Telah Divaksin capai 8,7 Juta

Selasa, 14 September 2021 | 21:50 WIB

KNPI Siapkan Program Vaksinasi Covid-19 Seribu Dosis

Minggu, 12 September 2021 | 16:40 WIB
X