Budidaya Porang, Pemkab Kotawaringin Barat Belajar di Desa Tukang Kabupaten Semarang

- Jumat, 19 November 2021 | 13:36 WIB
PENJELASAN : Moh Sudadi, petani porang Dusun Gentan, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, menjelaskan proses penanaman kepada petani Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)
PENJELASAN : Moh Sudadi, petani porang Dusun Gentan, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, menjelaskan proses penanaman kepada petani Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Keberhasilan Moh Sudadi membudidayakan tanaman porang (amorphophallus muelleri) di Dusun Gentan, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, menarik perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, belajar budidaya tanaman yang kini sedang tren tersebut.

Rombongan petani Kabupaten Kotawaringin Barat yang dipimpin Bupati Nur Hidayah SH MH, berharap porang bisa berkembang baik di wilayah mereka.

''Di lahan seperti apa pun porang bisa tumbuh subur. Semoga para petani dari Kabupaten Kotawaringin Barat bisa mengembangkan di lahan pertanian mereka. Selama ini kami menanam porang secara tumpang sari di sela-sela lahan pertanian yang ada,'' kata Sudadi, saat menerima kunjungan tersebut, kemarin.

Baca Juga: 2020, Golden Moment Indonesia Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

Dijelaskannya, budidaya porang sangat mudah dan nilai ekonomisnya sangat tinggi. Potensi ekspor masih besar karena sangat dibutuhkan sejumlah negara, sementara produksi masih kurang.

Saat ini harga porang Rp 6.000/kg hingga Rp 7.000/kg. Dalam menanam porang harus mengetahui syarat tumbuhnya, di mana cukup menerima sinar matahari, mampu memilih bibit yang bagus, perlu pemupukan teratur, perawatan, dan lainnya.

Sudadi mengungkapkan, menanam porang terbaik di saat musim hujan (Oktober-Nopember). Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai kurang lebih 2 tahun.

Baca Juga: Ingin Buka Lapangan Pekerjaaan Seluas-luasnya di Indonesia, Jokowi Stop Ekspor Nikel

Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.

Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali, tanpa harus menanam kembali umbinya. Ciri-ciri porang yang siap panen adalah daunnya telah kering dan jatuh ke tanah. Satu pohon porang bisa menghasilkan umbi sekitar 2 kg.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:26 WIB

Penggerak Kemandirian Ekonomi Perempuan Nelayan

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:37 WIB

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Selasa, 30 November 2021 | 21:46 WIB
X