Bupati Semarang : 4 Kecamatan Mendekati Status Zona Merah

- Senin, 7 Juni 2021 | 19:14 WIB
BEBERKAN STRATEGI: Bupati Semarang, Ngesti Nugraha membeberkan strategi penanganan untuk menyikapi lonjakan kasus Covid-19 baru di Kabupaten Semarang saat Rakor Satgas Covid-19 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (7/6) petang. Strategi itu, bakal dituangkan pada Inbup 14/2021 yang mulai berlaku, Selasa (8/6). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
BEBERKAN STRATEGI: Bupati Semarang, Ngesti Nugraha membeberkan strategi penanganan untuk menyikapi lonjakan kasus Covid-19 baru di Kabupaten Semarang saat Rakor Satgas Covid-19 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (7/6) petang. Strategi itu, bakal dituangkan pada Inbup 14/2021 yang mulai berlaku, Selasa (8/6). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

 UNGARAN, suaramerdeka.com - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyebutkan, setidaknya ada empat kecamatan yang mendekati status zona merah Covid-19.

Yakni Kecamatan Bandungan, Pringapus, Suruh, dan Kecamatan Jambu. Keterangan itu ia sampaikan ketika Rakor Satgas Covid-19 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (7/6) petang.

Adapun kecamatan yang berstatus zona merah Covid-19, per Senin (7/6) pagi berubah. Diantaranya, Kecamatan Ambarawa, Getasan, Bringin, dan Kecamatan Pabelan.

Baca Juga: Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novita Sari dengan menghadirkan M Yupiter pemilik sepeda motor tersebut, m

Tiga kecamatan lainnya, meliputi Kecamatan Bergas, Tuntang, dan Kecamatan Bancak yang sebelumnya masuk zona merah statusnya turun menjadi zona oranye.

“Perkembangan kenaikan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Semarang, Minggu (6/6) sempat naik 144 kasus baru. Sedangkan Senin (7/6) ada 16 kasus positif Covid-19 baru,” bebernya.

Sejalan dengan itu, pihaknya juga mencermati kondisi serta situasi beberapa kabupaten kategori zona merah yang lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang.

Baca Juga: Perkembangan Klub Dansa Dipacu Raih Prestasi

Di antaranya Kabupaten Demak yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Ungaran Timur, serta Kabupaten Grobogan yang berdampingan dengan Kecamatan Bringin.

Pada rakor yang dihadiri Wakil Bupati M Basari, unsur Forkompimda, dan para camat yang mengikuti dengan cara daring dari masing-masing kecamatan, Bupati Ngesti Nugraha juga menerangkan, dirinya hendak merevisi Instruksi Bupati Semarang Nomor 13 Tahun 2021.

Selanjutnya, mulai Selasa (8/6) pagi, sudah diberlakukan Instruksi Bupati Semarang Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang.

Baca Juga: Kemenag Gelar POROS INTIM Perkuat Akreditasi dan Lahirkan Bintang

Setidaknya ada 12 perubahan instruksi yang dianggap esensial, hal itu tertuang jelas pada Instruksi Bupati Semarang Nomor 14 Tahun 2021. Meliputi Proses belajar mengajar jenjang pendidikan PAUD, SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat, hingga perguruan tinggi wajib melalui virtual atau daring tidak diizinkan ada pembelajaran tatap muka.

Rumah atau warung makan maupun restoran baik makan di tempat atau pesan antar, wajib tutup paling lambat pukul 21.00 dan khusus makan di tempat dibatasi kapasitasnya maksimal 20 persen.

Selanjutnya, untuk tempat perbelanjaan, swalayan, pertokoan, maupun mal tutup paling lambat pukul 21.00 dengan pembatasan pengunjung maksimal 30 persen. Tempat ibadah dibatasi jumlah jamaah maksimal 50 persen.

Baca Juga: Kapolri Siapkan 5 Manajemen Kontijensi Terkait Zona Merah Covid-19

“Khusus masjid yang lokasinya di pinggir jalan nasional, provinsi, maupun jalan kabupaten tidak diperbolehkan menggelar salat jumat. Ini untuk antisipasi potensi penularan Covid-19,” terang Ngesti Nugraha.

Seluruh kegiatan seni, sosial budaya, olahraga yang berada dalam ruangan dibatasi pesertanya maksimal 25 persen atau paling banyak 20 orang dengan penerapan prokes ketat. Sedangkan untuk kegiatan serupa di luar rungan, diinstruksikan agar ditunda atau dihentikan sementara.

“Kegiatan hajatan dilarang, kecuali akad nikah dengan batasan maksimal 20 orang. Tidak boleh makan minum di tempat, semua harus menerapkan prokes ketat. Kami akan memantau perkembangan melibatkan satgas Covid-19 tingkat desa/kelurahan,” tegas dia.

Baca Juga: Airlangga: Kasus Aktif Covid-19 Hingga Saat Ini Masih Terkendali

Instruksi selanjutnya terkait rapat, harus mempertimbangkan urgensi permasalahan dan dibatasi paling banyak 20 orang dengan prokes ketat.

Sedangkan instruksi untuk destinasi wisata, desa wisata, serta wisata religi dilarang buka dan ditutup sementara waktu kecuali restoran dengan kapasitas pengunjung 20 persen atau paling banyak 30 orang sampai pukul 21.00.

Kemudian wisata air, mandi uap, karaoke dilarang beroperasi atau tutup sementara. Khusus untuk usaha hiburan, warnet, game daring dibatasi 20 kapasitasnya maksimal 20 persen.

Untuk pasar tradisional, pasar hewan tetap beroperasi maksimal sampai pukul 12.00 kecuali Pasar Jetis Bandungan sampai pukul 15.00 WIB dengan tetap menerapkan prokes ketat.

“Kunjungan kerja baik Pemda dan DPRD ditiadakan sementara untuk berkonsentrasi penanganan Covid-19. Instruksi ini berlaku untuk seluruh wilayah di Kabupaten Semarang tanpa kecuali. Semua pihak, saya minta segera mensosialisasikan instruksi ini dan bekerja sama dalam penanganan Covid-19,” tutur Ngesti Nugraha.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jumlah Orang jateng yang Telah Divaksin capai 8,7 Juta

Selasa, 14 September 2021 | 21:50 WIB

KNPI Siapkan Program Vaksinasi Covid-19 Seribu Dosis

Minggu, 12 September 2021 | 16:40 WIB

Akses Desa Kemambang dan Desa Wirogomo Terhubung

Minggu, 12 September 2021 | 16:13 WIB

Dinkes: 79.182 Pelajar Bakal Divaksinasi Covid-19

Kamis, 9 September 2021 | 15:57 WIB

Warga Kauman Kidul Kembangkan Agrowisata Sitalang

Rabu, 8 September 2021 | 15:35 WIB
X