Giatkan Pengelolaan Sampah Warga Kampus, Undip Luncurkan Dipo Waste Bank

- Minggu, 6 Juni 2021 | 19:36 WIB
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang meluncurkan Dipo Waste Bank yang merupakan bagian usaha ''Kontribusi Bank Sampah Kampus dalam Mendukung Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs)'', sekaligus merupakan acara Webinar membahas isu lingkungan hidup
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang meluncurkan Dipo Waste Bank yang merupakan bagian usaha ''Kontribusi Bank Sampah Kampus dalam Mendukung Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs)'', sekaligus merupakan acara Webinar membahas isu lingkungan hidup

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berkeinginan untuk meningkatkan partisipasi warga kampus dalam rangka pengelolaan lingkungan.

Salah satu usahanya yakni dengan meluncurkan Dipo Waste Bank yang juga merupakan bagian dari kontribusi Bank Sampah Kampus dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), di perguruan tinggi dengan pusat lokasi di daerah Tembalang tersebut.

''Penerapan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) telah dilangsungkan, walaupun dalam bentuk-bentuk yang masih sederhana. Kami berusaha untuk meningkatkan hal tersebut menjadi sesuatu yang lebih besar, sehingga dampaknya akan memberikan kebaikan yang semakin besar. Melalui Dipo Waste Bank, sampah-sampah dari lingkungan kampus dan sekitarnya akan diolah maupun bisa digunakan untuk hal yang lain lagi,'' papar Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama, dalam Webinar sekaligus peluncuran awal Dipo Waste Bank.

Baca Juga: Tanam 1000 Bibit Pohon di Lereng Sindoro, Jaga Sumber Air

Dirinya menambahkan, sembari mengatasi permasalahan sampah dan lingkungan hidup di Undip, keberadaan Dipo Waste Bank akan memunculkan pendapatan dari pengelolaannya tersebut. Harapannya, akan mampu mengangkat ekonomi masyarakat sekitar Undip.

''Ini merupakan bentuk kepedulian Undip, terutama dalam bidang SDGs. Kami ingin menjadi bagian pelestari-pelestari lingkungan. Selain itu, kami ingin mewariskan kepada generasi mendatang, lingkungan yang lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi,'' serunya.

Kegiatan Webinar dimoderatori Guru Besar Teknik Lingkungan Undip, Prof Dr Ir Syafrudin. Sementara bertindak selaku narasumber yaitu Dosen Teknik Lingkungan Hidup dan Pengelola Bank Sampah di Gedawang (Banyumanik) Dr Sri Sumiyati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Sapto Adi Sugihartono, dan Direktur Green Indonesia Foundation Asrul Hoesein. Para peserta Webinar berasal dari para pakar lingkungan hidup di Kota Semarang dan luar kota, pengelola bank sampah, pemerhati lingkungan, mahasiswa, dan lain-lainnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Grobogan Meningkat, Panglima TNI: Uji PCR Mendesak Dilakukan

Pada kesempatan itu, Asrul Hoesein menyampaikan jika Undip termasuk memberikan contoh yang baik, dalam mengatasi carut-marut permasalahan penanganan sampah. Di dalam pengelolaan sampah, kata dia, bertumpu pada pembatasan timbunan sampah dan bukan pelarangan penggunaan produk. Ini telah sesuai dengan regulasi aturan yang berlaku di Indonesia.

''Kami sebagai praktisi berharap, Undip mampu meluruskan pemahaman keliru yang ada di masyarakat. Bahwa produk plastik tidak untuk dilarang, namun dikelola. Hal tersebut karena sampah itu sebuah keniscayaan yang akan bertambah, seiring dengan kemajuan peradaban,'' ujar dia.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RSUD Kota Salatiga Zero Pasien Covid-19

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:12 WIB

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB
X