Zona Merah, Sejumlah Desa di Demak Lockdown Mikro, Seluruh Objek Wisata Tutup Sementara

- Minggu, 6 Juni 2021 | 16:36 WIB
 WISATA TUTUP : Satgas covid-19 Kabupaten Demak bersama instansi terkait memasang spanduk penutupan sementara seluruh objek wisata guna menekan penyebaran covid-19, kemarin. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
WISATA TUTUP : Satgas covid-19 Kabupaten Demak bersama instansi terkait memasang spanduk penutupan sementara seluruh objek wisata guna menekan penyebaran covid-19, kemarin. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

 

DEMAK, suaramerdeka.com - Pesebaran covid-19 di Kabupaten Demak mengalami peningkatan signifikan, bahkan sejumlah desa kini masuk zona merah.

Hal tersebut mengemuka saat rapat koordinator penanganan covid-19 yang dipimpin Bupati Demak Eisti'anah di Pendapa Kabupaten Demak, kemarin malam.

Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Ali Makhsun, Forkopimda, para Asisten Setda, dan pimpinan OPD.

Baca Juga: Raisa Rilis 5 Lagu di Album It's Personal, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Demak mengambil kebijakan memperketat PPKM mikro dengan menekankan pembatasan seluruh kegiatan masyarakat. Selain menutup semua objek wisata termasuk wisata religi Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga juga memberlakukan lockdown mikro di desa dan kelurahan yang masuk zona merah.

Desa dan kelurahan tersebut antara lain, Kelurahan Mangunjiwan, Kelurahan Bintoro, Desa Katonsari dan Desa Bango Kecamatan Demak Kota. Kemudian Desa Karanganyar, Kedungwaru Kidul, Kedungwaru Lor, Ketanjung, Tugu Lor, Undaan Lor dan Desa Ngemplik Wetan Kecamatan Karanganyar.

Baca Juga: Peneriman PPPK Ribuan Guru, Pemkab Temanggung Tuntut Keseriusan Pemerintah Pusat

Desa Bogosari Kecamatan Guntur, Desa Batursari dan Kebonbatur Kecamatan Mranggen. Lalu Desa Gajah Kecamatan Gajah, Desa Mijen Kecamatan Mijen serta Desa Sriwulan Kecamatan Sayung.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X