Pengelolaan Sampah dengan Maggot Mulai Diperkenalkan

- Jumat, 4 Juni 2021 | 19:19 WIB
Budidaya Maggot (Foto suaramerdeka.com/dok)
Budidaya Maggot (Foto suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Proses pengelolaan sampah dapat dilaksanakan dalam sejumlah cara, mulai dari hulu hingga hilirnya. Untuk di tingkat hulu, pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat seperti dengan cara memilah sampah organik, anorganik, serta bahan beracun dan berbahaya (B3).

Sementara untuk di tingkatan hilir, sampah dikelola dengan sistem sanitary landfill, sistem insinerator, maupun penguraian sampah dengan cara lain. Misalnya dengan menggunakan larva dari black soldier fly (BSF) atau lalat tentara hitam.

Biasa dikenal dengan sebutan Maggot. Penggunaan Maggot untuk penguraian sampah tersebut, mulai diperkenalkan sejak beberapa waktu belakangan.

Baca Juga: Tiga Mahasiswi FBIB Unisbank Ikut Program Kampus Mengajar 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono, menyampaikan, Maggot digunakan bagi penguraian sampah organik yang berasal dari sampah rumah tangga.

Mereka termasuk jenis binatang yang suka memakan sampah hingga tidak tersisa atau menjadi residu. Nantinya, residu tersebut bisa menjadi salah satu bahan bagi pupuk kompos yang baik.

''Kami telah mengembangbiakkan Maggot dalam jumlah yang cukup besar, di TPA Jatibarang. Dimulai dengan mengumpulkan BSF, yang kemudian bertelur dalam kayu dan ditetaskan menjadi Maggot. Untuk sekarang, Maggot tersebut masih digunakan untuk mengurai sampah organik setiap 500 kilogramnya,'' ujar dia, saat ditemui di kantornya, Jumat (4/6).

Beberapa komunitas di Kota Semarang pun dalam beberapa waktu belakangan ini, sudah mulai mempelajari pengelolaan sampah dengan menggunakan Maggot.

Antara lain dari Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (Mijen) dan komunitas pembudidaya kolam ikan air tawar di Gunungpati.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB

Baznas Wisuda 32 Sarjana Penerima Beasiswa Produktif

Senin, 29 November 2021 | 23:25 WIB

Dinkes Kota Semarang Juara 1 IT Kesehatan

Senin, 29 November 2021 | 21:56 WIB

Buruh Jateng Kembali Demo, Tolak UMP 2022

Senin, 29 November 2021 | 20:07 WIB

DAS Rawan Banjir di Kota Semarang Terpantau Masih Aman

Senin, 29 November 2021 | 13:43 WIB
X