Festival HAM 2021, Ajang Ruang Dialog Multipihak Berbasis HAM

- Rabu, 17 November 2021 | 03:53 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan sambutan saat konferensi pers Festival HAM 2021 di Hotel PO Semarang, Jalan Pemuda No 118 Semarang, Selasa (16/11). (Foto/Siswo Ariwibowo)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan sambutan saat konferensi pers Festival HAM 2021 di Hotel PO Semarang, Jalan Pemuda No 118 Semarang, Selasa (16/11). (Foto/Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) bersama International NGO Forum on Indonesian Development (Infid), Kantor Staf Presiden (KSP) dan Pemkot Semarang menyelenggarakan Festival HAM 2021.

Acara yang digelar selama empat hari, yakni mulai Selasa (16/11) sampai Jumat (19/11) itu berlangsung di Kota Semarang.

Direktur Infid Sugeng Bahagijo mengatakan, Festival HAM merupakan bentuk pengakuan atas pentingnya peran pemerintah daerah dalam pemajuan, perlindungan, dan penghormatan terkait HAM.

Baca Juga: Ops Zebra Candi 2021, Kapolres Temanggung: Bangun Kepercayaan Masyarakat pada Polisi

Sugeng menambahkan, Festival HAM bermula dari konferensi kabupaten/kota HAM yang diinisiasi oleh Infid pada 2014 silam.

"Tujuannya untuk menciptakan ruang dialog multipihak yang konsisten mendiskusikan praktik-praktik yang baik tata kelola pemerintahan daerah yang berbasis pada HAM," kata Sugeng saat konferensi pers di Hotel PO Semarang, Jalan Pemuda No 118 Semarang, Selasa, 16 November 2021.

Selain Sugeng, hadir dalam konferensi pers, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Tenaga Ahli Utama Bidang HAM KSP, Siti Ruhaini Dzulhayatin, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan lainnya.

Baca Juga: Memetik Manfaat Getah Pohon Birch untuk Kesehatan

Sugeng melanjutkan, selain untuk menciptakan ruang dialog multi pihak juga sekaligus meneguhkan komitmen multipihak untuk mengimplementasikan konsep dan prinsip HAM.

Tahun ini komitmen tersebut terus dilakukan. Sugeng berharap Festival HAM menjadi ajang kreatif untuk menyebarkanluaskan praktik baik dan inspiratif, kemudian dapat diadopsi atau direplikasi oleh daerah-daerah lainnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB

Hotel Dafam Pekalongan Kunjungan di Suara Merdeka

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:58 WIB
X