GMPK Jateng Nilai Insiden Robohnya Atap Ruang PN Jadi Peringatan para Hakim

- Kamis, 3 Juni 2021 | 12:44 WIB
Ketua DPD GMPK Jawa Tengah, Edy Susanto  (Eko Fataep)
Ketua DPD GMPK Jawa Tengah, Edy Susanto (Eko Fataep)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ambrolnya plafon atap ruang hakim dan panitera pidana Pengadilan Negeri (PN) Semarang, menjadi sorotan banyak pihak, termasuk DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah.

Ketua DPD GMPK Jawa Tengah, Edy Susanto menilai kejadian tersebut menjadi peringatan agar PN Semarang, sebagai tempat masyarakat mencari keadilan.

"Kejadian itu menjadi peringatan agar para hakim tidak main-main dengan kasus yang ditangani. Karena hakim itu menjadi kepanjangan tangan Tuhan, yang memberikan keadilan," kata Edy, Kamis, 3 Juni 2021.

Baca Juga: Substansi Pancasila Hendaknya Sudah Dijalankan Jauh Sebelum Hari Kelahirannya

Ia menilai, adanya sejumlah hakim di PN Semarang yang dilaporkan ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) dan Komisi Yudisial justru menjadi pertanyaan.

Artinya putusan perkara yang ditangani belum sepenuhnya adil bagi semua pihak.

"Tak hanya dilaporkan, bahkan ada hakim PN Semarang yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap atas kasus yang ditangani. Itu menandakan hakim PN Semarang belum bersih," ujarnya.

Menurutnya, tak hanya adanya mafia peradilan yang dibuktikan dengan perilaku hakim saja. GMPK Jawa Tengah juga menyoroti pelayanan PN Semarang yang banyak dikeluhkan karena tidak adanya keterbukaan informasi.

Baca Juga: Wali Kota Semarang Ingin Siswa Pertebal Nasionalisme

"Padahal, keterbukaan informasi publik itu sudah dijamin oleh Undang-Undang (UU). Sehingga sangat aneh ketika masih ada yang tidak menjalankannya," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahap Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta Dibalik

Rabu, 26 Januari 2022 | 23:57 WIB

Parkir Tepi Jalan Akan Diberlakukan Elektronik

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:44 WIB
X