Pemkot Sediakan 2,5 Persen Kuota ASN untuk Disabilitas, Juga Bantu Pelaku UMKM

- Rabu, 2 Juni 2021 | 19:33 WIB
UMKM : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mendampingi Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia mengunjungi UMKM Pak Bintoro, Rabu (2/6). (suaramerdeka.com/dok)
UMKM : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mendampingi Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia mengunjungi UMKM Pak Bintoro, Rabu (2/6). (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berkomitmen memberikan ruang bagi kelompok disabilitas agar dapat berperan dalam pembangunan. Salah satunya, menyediakan porsi 2,5 persen kuota ASN untuk disabilitas.

"Dari total 1.000 kuota ASN yang akan dibuka Pemerintah kota Semarang, porsi 2.5% disiapkan khusus untuk kawan-kawan disabilitas.

Hal tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam pemenuhan hak dan cakupan akses pelayanan yang sama bagi kelompok disabilitas," tutur Hendi, sapaan akrab wali kota.

Baca Juga: Update Kasus Virus Corona di Indonesia 2 Juni 2021, Pasien Sembuh 6.022 Meninggal 185 Orang

Tak hanya itu, Pemkot juga berkomitmen untuk memberikan layanan yang sama kepada kelompok disabilitas termasuk pada program vaksinasi dan kemandirian ekonomi melalui UMKM.

Saat ini, program vaksinasi terus berjalan dan mencapai angka 480 ribu. Termasuk di dalamnya adalah prioritas vaksinasi bagi kelompok lansia, disabilitas dan pekerja pariwisata.

''Silakan hubungi dan info ke kami jika ada yang belum terjangkau pelayanan," ungkap Hendi. Ini disampaikannya, saat menerima kunjungan Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia di Semarang, Rabu (2/6).

Baca Juga: Erick Thohir Buka Suara Penunjukan Abdee Slank Sebagai Komisaris Independen

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga mengajak staf khusus presiden untuk melihat secara langsung usaha UMKM yang dikelola oleh kawan-kawan disabilitas.

Di antaranya UMKM Bintoro, pemilik UMKM Balai Karya Berkat dan Ida Modiste. Hendi pun menuturkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh kawan-kawan disabilitas pelaku UMKM mulai dari pemasaran, harga yang kurang kompetitif.

"Kita apresiasi karena mereka berani melakukan aktivitas itu. Maka kita putuskan, bantuan yang Pemkot berikan kepada yang lain, juga akan kita berikan kepada kawan-kawan disabilitas pelaku UMKM. Termasuk dalam hal pembelian produk, sehingga nanti kita wajibkan kawan-kawan di dinas untuk membeli produk yang dihasilkan pak Bintoro dan kawan-kawan," tutur Hendi.

Baca Juga: Lindungi Mangrove dan Perbaiki Tambak, Undip Kenalkan Konsep AMA

Sementara Angkie, staf khusus Presiden, dalam kunjungan kerjanya menyampaikan bahwa sinergitas pusat dan daerah sangat diperlukan bagi kelompok disabilitas sebagai salah satu kelompok rentan dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Upaya mendorong kemandirian kelompok disabilitas perlu terus dilakukan baik dari sisi kesehatan melalui vaksinasi maupun ekonomi dari sisi UMKM, lanjut Angkie.

"Saya senang telah diajak wali kota melihat secara langsung proses UMKM. Kita tahu bahwa Pandemi ini efeknya luar biasa, bukan hanya kawan-kawan disabilitas, tapi juga semua kena dampaknya. Namun kita melihat dengan semangat optimisme, kita berusaha untuk bangkit. Dua contoh UMKM ini menunjukkan semangat untuk tetap bertahan di tengah pandemi," tutur Angkie.

Baca Juga: Kampanye Terbang Aman dan Menyenangkan Sesuai Protokol Kesehatan

Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Sosial dan Dinas Koperasi dan UMKM juga terus melakukan penguatan kemandirian kelompok disabilitas.

Di antaranya melalui pelatihan dan pendampingan usaha panti pijat, boga, hantaran pengantin, desain grafis dan terapi khusus, penyerahan kursi roda. Kemudian ada penguatan ketrampilan serta kemandirian lain sesuai kebutuhan masing-masing penyandang disabilitas

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X