Pemkot Sediakan 2,5 Persen Kuota ASN untuk Disabilitas, Juga Bantu Pelaku UMKM

- Rabu, 2 Juni 2021 | 19:33 WIB
UMKM : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mendampingi Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia mengunjungi UMKM Pak Bintoro, Rabu (2/6). (suaramerdeka.com/dok)
UMKM : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mendampingi Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia mengunjungi UMKM Pak Bintoro, Rabu (2/6). (suaramerdeka.com/dok)

Di antaranya UMKM Bintoro, pemilik UMKM Balai Karya Berkat dan Ida Modiste. Hendi pun menuturkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh kawan-kawan disabilitas pelaku UMKM mulai dari pemasaran, harga yang kurang kompetitif.

"Kita apresiasi karena mereka berani melakukan aktivitas itu. Maka kita putuskan, bantuan yang Pemkot berikan kepada yang lain, juga akan kita berikan kepada kawan-kawan disabilitas pelaku UMKM. Termasuk dalam hal pembelian produk, sehingga nanti kita wajibkan kawan-kawan di dinas untuk membeli produk yang dihasilkan pak Bintoro dan kawan-kawan," tutur Hendi.

Baca Juga: Lindungi Mangrove dan Perbaiki Tambak, Undip Kenalkan Konsep AMA

Sementara Angkie, staf khusus Presiden, dalam kunjungan kerjanya menyampaikan bahwa sinergitas pusat dan daerah sangat diperlukan bagi kelompok disabilitas sebagai salah satu kelompok rentan dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Upaya mendorong kemandirian kelompok disabilitas perlu terus dilakukan baik dari sisi kesehatan melalui vaksinasi maupun ekonomi dari sisi UMKM, lanjut Angkie.

"Saya senang telah diajak wali kota melihat secara langsung proses UMKM. Kita tahu bahwa Pandemi ini efeknya luar biasa, bukan hanya kawan-kawan disabilitas, tapi juga semua kena dampaknya. Namun kita melihat dengan semangat optimisme, kita berusaha untuk bangkit. Dua contoh UMKM ini menunjukkan semangat untuk tetap bertahan di tengah pandemi," tutur Angkie.

Baca Juga: Kampanye Terbang Aman dan Menyenangkan Sesuai Protokol Kesehatan

Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Sosial dan Dinas Koperasi dan UMKM juga terus melakukan penguatan kemandirian kelompok disabilitas.

Di antaranya melalui pelatihan dan pendampingan usaha panti pijat, boga, hantaran pengantin, desain grafis dan terapi khusus, penyerahan kursi roda. Kemudian ada penguatan ketrampilan serta kemandirian lain sesuai kebutuhan masing-masing penyandang disabilitas

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ziarah Edukasi, Siswa Observasi Taman Makam Pahlawan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:01 WIB

Hendi Minta FKPPI Kawal Persatuan NKRI

Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:55 WIB
X