Penuh Mainan Tradisional, Bahagia Tanpa Gawai di Kampung Ramah Anak

- Minggu, 14 November 2021 | 17:29 WIB
Ditemani Lurah Sampangan, Mohammad Anugrah Hamonangan anak-anak bermain dakon di RW 01, Kelurahan Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang. (SM/Hendra Setiawan)
Ditemani Lurah Sampangan, Mohammad Anugrah Hamonangan anak-anak bermain dakon di RW 01, Kelurahan Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang. (SM/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - RW 01 Kelurahan Sampangan, Kota Semarang ditunjuk menjadi percontohan Kampung Ramah Anak di Kota Semarang.

Wilayah tersebut memiliki sekolah, mulai dari PAUD sampai SMP, taman untuk bermain anak, dan beberapa fasilitas penunjang lainnya, yang aman dan nyaman untuk anak.

Kegiatan-kegiatan untuk anak pun dilakukan untuk mensukseskan RW 01 sebagai Kampung Ramah Anak. Salah satunya dengan mengenalkan mainan tradisional kepada anak.

Acara tersebut diselenggaran di Jalan Menoreh Utara 9, RW 1, Minggu (14/11) pagi.

Baca Juga: Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Masyarakat Diimbau Menahan Diri Hadapi Libur Akhir Tahun

Ratusan anak, dari berbagai antusias antusias datang bersama orang tuanya untuk bermain.

Seperti bermain seperti Sonda Manda (engklek), Egrang, Lompat Tali, Dakon, Bola Bekel, Gasingan, Gobak Sodoor, Bentik. Mainan-mainan tersebut kini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak sekarang.

Tidak, hanya anak-anak yang bermain. Orang tua yang mengantarkan anaknya juga ikut bermain.

Tia (30) warga RT 03 RW 01 yang datang mengantar anaknya mengatakan, pemainan-permaian tersebut mengingatkannya pada masa kecil.

Saat kecil, dia sering bermain engklek, lompat tali, dakon dan bola bekel.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Beraksi di 16 Minimarket, Pelaku Ditangkap

Jumat, 28 Januari 2022 | 23:17 WIB
X