Pesisir Pantai Jawa Perlu Perhatian Serius, Peneliti: Kondisi Memprihatinkan

- Rabu, 10 November 2021 | 13:15 WIB
Sejumlah delegasi mengikuti rapat saat acara lokakarya yang diselenggarakan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jateng di Plaza Semarang.    (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)
Sejumlah delegasi mengikuti rapat saat acara lokakarya yang diselenggarakan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jateng di Plaza Semarang. (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kondisi pesisir pantai di wilayah Jawa, khususnya Jateng memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, utamanya pemerintah.

Menurut peneliti Perkumpulan Inisiatif, Anang Kusniawan, bahwa kondisi pesisir pantai di wilayah Jateng saat ini memprihatinkan.

Penyebab dari kondisi yang memprihatinkan di pesisir pantai wilayah Jateng, kata Anang, adalah belum adanya keseimbangan antara mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di sektor pesisir dan non pesisir.

"Misalnya hutan, gunung belum berimbang, masih terkonsentrasi ke wilayah gunung dan hutan," kata Anang.

Aang Kusniawan menyampaikan hal ini saat menjadi salah satu narasumber di acara lokakarya yang diselenggarakan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jateng di Plaza Semarang, rabu, 10 November 2021.

Baca Juga: Petani Tak Peru Khawatir Fenomena La Nina, Begini Alasannya

Hadir dalam acara tersebut, delegasi PW NU Jateng, Wahli Jateng, Koalisi Pemuda Hijau (Kophi), Bappeda Jateng, DKP Jateng, DPU Jateng, BPBD Jateng, dan lainnya.

Menurut Aang, Pemrov Jateng seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar di sektor pesisir pantai.

Meski sudah ada perhatian di wilayah pesisir pantai, tetapi belum maksimal, sehingga pihaknya merekomendasikan bagaimana cara menyeimbangkan antara sektor hutan dan pesisir pantai.

Baca Juga: Ormas Expo 2021: Rumah Pintar EFATA Bantu Penuhi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Gangguan Pendengaran

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Beraksi di 16 Minimarket, Pelaku Ditangkap

Jumat, 28 Januari 2022 | 23:17 WIB
X