Petani Tak Perlu Khawatir Fenomena La Nina, Begini Alasannya

- Rabu, 10 November 2021 | 12:53 WIB
pertanian. (suaramerdeka.com/dok)
pertanian. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pakar Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti memberi catatan terkait fenomena La Nina yang diprediksi terjadi pada akhir tahun ini.

Menurutnya fenomena La Nina jelas berdampak pada sektor pertanian.

"Adanya La Nina jelas akan berdampak terhadap sektor pertanian. Fenomena La Nina menyebabkan turunnya suhu udara sehingga menyebabkan curah hujan di Indonesia cukup tinggi," kata Prof Sucihatiningsih, Rabu 10 November 2021.

Baca Juga: Ormas Expo 2021: Rumah Pintar EFATA Bantu Penuhi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Gangguan Pendengaran

Prof Sucihatiningsih, melanjutkan sistem pertanian di Indonesia masih sangat bergantung pada cuaca.

Sementara curah hujan yang tinggi tentu akan berdampak negatif bagi pertanian.

"Lahan pertanian akan rentan mengalami kerusakan dan mengakibatkan gagal panen akibat banjir. Tanaman akan rentan terkena serangan penyakit. Akibatnya risiko petani mengalami gagal panen dan kerugian sangat tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Rakornis Pokdarkamtibmas Jateng, Ajang Konsolidasi Sesama Ketua Usai Dikukuhkan

Namun, lanjut Prof Sucihatiningsih, meskipun La Nina memberikan dampak negatif bagi sektor pertanian, La Nina juga memberikan dampak positif berupa ketersediaan air yang melimpah sehingga lahan pertanian mengalami perluasan penanaman dan tidak akan rentan kekurangan air.

"Meskipun demikian, fenomena la nina tetap menjadi ancaman bagi sektor pertanian," tambahnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB
X