Konflik Musala Nurul Ikhlas Petempen, Masyarakat Merasa Dikempongi Pihak MG Suites

- Senin, 8 November 2021 | 22:13 WIB
Foto ilustrasi Musala Nurul Ikhlas Petempen (FB/dok)
Foto ilustrasi Musala Nurul Ikhlas Petempen (FB/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tokoh masyarakat dan warga Kota Semarang, terutama masyarakat sekitar Jalan Petempen Selatan, Inspeksi Gajahmada, Kelurahan Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah merasa dikempongi pihak pengelola MG Suites Hotel Semarang.

Hal itu karena perjanjian adanya serah terima hibah yang dibangun antara pihak Yayasan Badan Pengelola Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman).

Yang mendapatkan amanah pengelolaan Musala Nurul Ikhlas Petempen dengan PT Mutiara Matahari Makmur Senatiasa (yang membawahi MG Suites Hotel Semarang) sejak 2012 silam tak kunjung terealisasi hingga saat ini.

"Kita seperti dikempongi suratnya tidak ada, ini kan bahaya. Kalau semua tidak tahu cerita ini nanti dianggap mengada-ada," kata Ketua Yayasan Badan Pengelola Masjid Kauman, Ir KH Khammad Ma'sum Alhafidz.

Baca Juga: Bukan Sekedar Peringatan, Ini Penjelasan Habib Luthfi tentang Hari Pahlawan 10 November

Gus Khammad panggilan akrab Khammad Ma'sum menjelaskan kedua belah pihak sebelumnya telah melakukan kesepakatan terdokumentasikan dalam bentuk perjanjian kesepakatan bersama yang terdiri dari enam pasal.

Dua pasal di membahas tentang pewakafan atau penghibahan. Dua pasal itu, yakni pasal 3 yang berbunyi "Musala pengganti terletak di atas tanah seluas 108 mer persegi pengganti selesai dibangun oleh pihak kedua" (PT Mutiara Matahari Makmur Senatiasa).

Pasal kelima berbunyi "tanah dan bangunan musala sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 akan diwakafkan kepada Takmir Musala Nurul Ikhlas di Jalan Inspeksi Kelurahan Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah.

Baca Juga: Mengenang Vanessa Angel Mantan Kekasihnya, Didi Mahardika: Vanes Bikin Aku Lebih Dewasa

"Surat kesepakatan bersama dibuat dan ditandatangani pada 30 Agustus 2012. Disaksikan sejumlah tokoh seperti, Hendrar Prihadi (saat itu Plt Walikota Semarang), Sujarwo (Lurah Kembangsari) dan Sirojudin Munir (tokoh masyarakat)," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Parkir Tepi Jalan Akan Diberlakukan Elektronik

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:44 WIB

Kauman Kampung Quran Jadi Jejak Syiar Peradaban Islam

Senin, 24 Januari 2022 | 07:45 WIB
X