Penerimaan Anggota Polisi, Kapolres Semarang Jamin Tidak Ada Pungli

- Senin, 8 November 2021 | 16:22 WIB
Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menunjukkan berkas kerja sama pembinaan dan pelatihan bagi para siswa sekolah menengah atas yang berminat mendaftar calon anggota polisi di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menunjukkan berkas kerja sama pembinaan dan pelatihan bagi para siswa sekolah menengah atas yang berminat mendaftar calon anggota polisi di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Penerimaan calon anggota polisi dijamin transparan dan bebas pungutan liar (pungli). Jaminan itu disampaikan Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya, Senin, 8 November 2021 siang.

Menurutnya, Polri sudah menyiapkan Aplikasi Whistle Blowing System (WBS) yang bisa digunakan untuk memantau seluruh rangkaian seleksi.

“Bahkan nilai tes yang diperoleh para pendaftar calon anggota polisi dapat dipantau dengan aplikasi ini."

"Keterbukaan itu berlaku untuk seleksi calon siswa AKPOL, pendidikan bintara maupun pendidikan khusus tamtama Brimob dan Polairud,” tegasnya.

Baca Juga: Obesitas Meningkatkan Risiko Kanker, Mitos atau Fakta?

Dengan adanya transparansi tersebut, AKBP Yovan kembali menekankan, bila ada masyarakat yang hendak mendaftar sebagai polisi dijamin bebas pungli.

Sehingga tidak tidak perlu lagi menjual sawah atau sapi untuk jadi anggota polisi.

“Isu calo atau “penembak di atas kuda” yang berspekulasi membantu menjadi anggota polisi masih ada di kalangan warga, tapi saya pastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar dia.

Menjelang seleksi calon anggota polisi 2022, Polres Semarang menjalin kerja sama dengan Pemkab Semarang dalam rangka pembinaan dan pelatihan bagi para siswa sekolah menengah atas yang berminat mendaftar.

Baca Juga: Ada Adegan Ranjang, Episode Perdana Now We Are Breaking Up Diberi Rating 19 Tahun ke Atas

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:26 WIB

Penggerak Kemandirian Ekonomi Perempuan Nelayan

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:37 WIB

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Selasa, 30 November 2021 | 21:46 WIB
X