Siswa di Semarang Positif Covid-19, PTM Dihentikan Sepekan

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 18:10 WIB
 Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

  SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menghentikan untuk sementara waktu kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama sepekan.

Efektif mulai dari 1 November 2021 hingga 6 November 2021. Berlaku untuk tingkatan TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Semarang.

Kebijakan tersebut diambil setelah dalam pemeriksaan awal bagi siswa sekolah, ternyata ditemukan adanya sejumlah siswa yang positif.

Baca Juga: Viral Tagar BKN Sarang Maling, Bongkar Kecurangan Seleksi CPNS

Ada enam siswa, terdiri atas 2 siswa SD negeri, 3 siswa SD swasta, dan 1 siswa SMP negeri.

Dari data siagacorona.semarangkota.go.id, kasus covid-19 di Kota Semarang juga mengalami peningkatan.

Dari pekan lalu 11 kasus, kini naik menjadi 33 kasus pada Minggu, 31 Oktober 201.

Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan tes rutin Covid-19 kepada para siswa merupakan kegiatan rutin yang selama ini telah dijalankan guna mengantisipasi kemunculan klaster sekolah.

Baca Juga: Pesan Romantis Maia Estianty untuk Sang Suami, Kamu Malaikat dan Pelindungku

"Bila ada siswa yang positif Covid-19, kemudian dilakukan pelacakan (tracking) secara keseluruhan, siapa saja yang pernah menjalin kontak dengan siswa positif tersebut dan dilakukan tes."

"Selama proses tracking dan menunggu hasil, PTM diliburkan. Selama sepekan pembelajaran sementara daring dulu," papar dia, Minggu (31/10).

Dia menambahkan, jika nantinya hasil tracking dan tes ternyata negatif, maka pembelajaran PTM bisa dilanjutkan pada pekan berikutnya.

Sebaliknya, jika dalam tracking hasil tes-nya dinyatakan ada siswa lainnya yang positif, maka penghentian PTM dimungkinkan dipepanjang.

Baca Juga: Kecurangan dalam Tes SKD CPNS, Ini Peralatan yang Digunakan Peserta untuk Berbuat Curang

"Harapannya tidak ada dan jangan sampai terjadi klaster sekolah," ujar dia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X