Kampung Bitaran Diproyeksikan Jadi Rintisan Destinasi Wisata Olahan Jamur

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 23:14 WIB
Komunitas JAB ingin merintis Kampung Bitaran RT 02 RW 03 di Banjardowo, Genuk, agar menjadi destinasi wisata baru dalam hal pengolahan jamur. Mereka kemudian menggelar sharing dan audiensi dengan mengundang Wakil Wali Kota Semarang, Heaverita Gunaryanti Rahayu. (SM/Muhammad Arif Prayoga)
Komunitas JAB ingin merintis Kampung Bitaran RT 02 RW 03 di Banjardowo, Genuk, agar menjadi destinasi wisata baru dalam hal pengolahan jamur. Mereka kemudian menggelar sharing dan audiensi dengan mengundang Wakil Wali Kota Semarang, Heaverita Gunaryanti Rahayu. (SM/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Komunitas Jejamuran Ati Becik (JAB) berkeinginan untuk memperkenalkan budidaya jamur tiram kepada masyarakat luas.

Tidak hanya itu, Komunitas JAB bahkan berinisiatif untuk mengembangkan dan melakukan tindakan seperti jamur, dan menjadikan lokasi sekitar sebagai salah satu destinasi wisata alam baru berbasis olahan jamur.

Menjadikan kegiatan yang ada nantinya, tidak hanya berputar pada ekonomi saja, melainkan juga sosial dan pariwisata.

Baca Juga: Dekonstruksi Merdeka Belajar

Pembina Komunitas JAB, M Sifin Almufti, mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir masyarakat di Kampung Bitaran RT 02 RW 03, Banjardowo, Genuk telah merintis usaha budidaya jamur tiram di masing-masing rumah anggotanya.

Setelah itu, kegiatan sejak setahun lalu komunitas JAB pun didirikan untuk mewadahi para petani jamur tiram di Kampung Bitaran. Sementara dalam mengembangkan menuju pada destinasi wisata berbasis jamur, Komunitas JAB menggelar sharing dan audiensi bersama sejumlah pihak.

Kegiatan antara lain dihadiri oleh Wakil Wali Kota Semarang Heaverita Gunaryanti Rahayu, perwakilan Dinas Pertanian (Dispertan), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Lurah Banjardowo, Camat Genuk, dan akademisi yang berasal dari Stiepari Semarang.

Baca Juga: Dirjen Pendis: Mahasiswa Harus Kuasai Keterampilan Masa Depan

''Budidaya jamur dinilai memiliki potensi yang cukup bagus untuk pengembangan usaha perekonomian. Misalnya menjual baglog jamur yang merupakan media tanam untuk jamur, sedangkan penanaman jamur tiram akan menghasilkan bunga jamur mentah yang juga dapat dijual di pasar, toko-toko, maupun swalayan.

Itu belum termasuk makanan olahan dari jamur seperti untuk isi lumpia dan sate jamur. Jika dapat berkembang dengan baik, kami pun berniat untuk merintisnya menjadi destinasi wisata alam baru di Kota Semarang.

Melalui audiensi ini, kami mengharapkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan terkait,'' ujar dia, usai acara sharing dan audiensi perintisan destinasi wisata berbasis jamur.

Baca Juga: Begini Pembelaan Adik Zayn Malik atas Tuduhan Kasus Kekerasan

Kehadiran dari Stiepari Semarang, kata anggota dewan Kota Semarang dari Fraksi PKS tersebut, dalam rangka survei dan pemetaan lokasi sekitar.

Untuk melihat apa-apa saja yang memungkinkan agar menjadi nilai jual bagi destinasi wisata alam olahan jamur di Banjardowo tersebut.

''Kami meminta mereka untuk membuat kajian lokasi di sini, khususnya dalam pengembangannya untuk menjadi destinasi wisata baru.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Michael Dijagokan Pimpin Hippindo Jateng

Rabu, 8 Februari 2023 | 18:26 WIB

Camat Gajahmungkur Siap Fasilitasi Kegiatan Badko LPQ

Selasa, 7 Februari 2023 | 22:28 WIB
X