Nihil Tambahan Kasus Covid-19 Selama PTM, Bupati Semarang: Jangan Abaikan Prokes

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 11:55 WIB
Ilustrasi Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Covid-19 (pixabay)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan lebih kurang tiga bulan di Kabupaten Semarang nihil temuan penambahan kasus positif Covid-19 dari klaster pendidikan.

Meski demikian, Bupati Semarang Ngesti Nugraha kembali menghimbau, agar semua guru, siswa, dan tenaga pendidikan lainnya jangan mengabaikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19

“Seluruh siswa dan guru harus disiplin menerapkan prokes di sekolah. Nihilnya laporan kasus klaster dari sekolah karena kesungguhan kita semua dalam menekan penyebaran Covid-19,” kata Bupati Ngesti Nugraha, usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di halaman SMK Muhammadiyah Suruh, Kamis 28 Oktober 2021.

Di lokasi tersebut, Bupati bersama perwakilan Forkompimda melihat dan berinteraksi langsung dengan warga sasaran vaksin.

Baca Juga: Harga PCR Turun, Perlu Diikuti Ketersediaan Pasokan yang Memadai

Melihat antusiasme warga sasaran dan layanan tenaga kesehatan yang dilibatkan, Bupati Ngesti Nugraha mengapresiasi dukungan PD Muhammadiyah Kabupaten Semarang dalam rangka upaya percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi Covid-19 di Bumi Serasi.

“Hingga kemarin, persentase cakupan vaksinasi Covid-19 dosis 1 sudah tembus 79 persen dari total warga sasaran. Dukungan dari semua pihak, termasuk PD Muhammadiyah dan Kodam IV Diponegoro akan mempercepat pencapaian vaksinasi menuju status Level 1 PPKM,” ujarnya.

Selain masyarakat umum, vaksinasi kali ini juga menyasar pelajar.

Dengan begitu, pihaknya yakin bisa menekan atau mencegah munculnya klaster penularan pada saat PTM.

Baca Juga: Pegiat HAM Khawatir Turki Gunakan Interpol Pulangkan Aktivis di Luar Negeri

Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Semarang, HM Saerozi menambahkan, sebagai bentuk dukungan program percepatan vaksinasi yang digulirkan pemerintah, pihaknya menyediakan 2.000 dosis Vaksin Sinovac.

“Ikhtiar ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi kesehatan warga. Jika mutu kesehatan semakin membaik, sektor sosial ekonomi juga akan dapat berjalan baik,” imbuh Saerozi.***

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X