Objek Wisata Beroperasi Kembali: Wajib Prokes, Kantongi Sertifikat CHSE, dan PeduliLindungi

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:05 WIB
BERWISATA : Sejumlah pengunjung terlihat tengah menunjukkan bukti karcis masuk saat berada di objek wisata Grand Maerokoco. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
BERWISATA : Sejumlah pengunjung terlihat tengah menunjukkan bukti karcis masuk saat berada di objek wisata Grand Maerokoco. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)


 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Objek wisata di Kota Semarang mulai diizinkan kembali untuk beroperasi namun dengan pembatasan jumlah pengunjung mencapai 75 persen.

Kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan adanya peningkatan status penanganan Covid-19 Kota Semarang yang sekarang telah beranjak pada level 1.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, jumlah pengunjung yang pada saat level 2 dibatasi hanya 50 persen, kini dinaikkan atau dilonggarkan dengan diperbolehkan untuk penambahan kapasitasnya.

Sama halnya dengan jam pelayanan, pada level 1 diizinkan buka hingga pukul 24.00 dari yang sebelumnya hanya pada pukul 22.00. Ini juga berlaku bagi rumah makan, kafe, tempat hiburan, dan perhotelan.

Baca Juga: Kasus Pembangunan RSUD Tjokronegoro, Kasi Intel Akui Sudah Kroscek ke Lapangan

''Pekerja dan pengunjung harus menunjukkan bukti sudah divaksin jika hendak masuk ke tempat usaha dan daerah wisata,'' ujar dia, Selasa (26/10).

Untuk mempermudah skrining, tambah dia, dilakukan dengan menautkannya pada aplikasi PeduliLindungi dan tempat usaha memiliki sertifikat Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE).

Ini wajib dilakukan setiap pelaku usaha, untuk menjamin bahwa lokasi usaha maupun wisata tersebut aman.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hendi: Pungut Biaya di Luar Ketentuan, Binasakan

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:53 WIB
X