Gempa Swarm Masih Berpotensi Terjadi, Struktur Rumah Warga Perlu Penguatan Kualitas

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:19 WIB
Ilustrasi Gempa Swarm di Ambarawa dan Salatiga. (Twitter/@DaryonoBMKG)
Ilustrasi Gempa Swarm di Ambarawa dan Salatiga. (Twitter/@DaryonoBMKG)

BANDUNG suaramerdeka.com - Gempa swarm yang menggedor Ambarawa dan Salatiga dan sekitarnya membuat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Hal ini perlu dicermati karena bisa menimbulkan kejadian tak diinginkan, termasuk kemungkinan warga jadi korban di kemudian hari.

Selain kedalaman hiposenter gempanya yang sangat dangkal, efek tanah lunak setempat (local site effect) di zona swarm Banyubiru, Ambarawa Salatiga dan sekitarnya dapat menyebabkan terjadinya resonansi gelombang gempa sehingga makin membuat guncangan gempa kecil terasa lebih kuat oleh warga.

Menurut Ahli Gempa BKMG, Daryono, laporan bangunan rumah warga yang sudah mengalami kerusakan ringan, seperti munculnya retakan dinding tembok akibat swarm, menunjukkan kualitas bangunan tembok di wilayah Jateng itu yang kurang bagus.

Baca Juga: Genesis Lanjutkan The Last Domino Tour hingga 2022, Termasuk Konser di O2 yang Tertunda

"Jika makin besar retakan, untuk sementara sebaiknya tidak ditempati karena jika guncangan lebih besar terjadi dan berulang akan semakin meningkatkan kerusakan dan berisiko bagi keselamatan penghuninya," katanya dalam keterangan yang diterima Selasa (26/10).

Untuk itu, dia menyarankan bangunan-bangunan rumah yang mengalami kerusakan ringan karena dampak gempa swarm itu harus segera dilakukan penguatan, retrofitting mengingat di wilayah Banyubiru, Ambarawa, Salatiga itu potensi swarm masih bisa terjadi.

"Karena yang patut diwaspadai adalah perilaku swarm yang bersifat kambuhan. Meski pun aktivitas swarm sudah luruh secara signifikan, Senin tercatat 3 kali dari total 36 sejak Sabtu lalu, terkadang masih bisa muncul lagi dan meningkat lagi," jelasnya.

Baca Juga: Para Tokoh di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda, WR Supratman Ikut Hadir dalam Kongres

Lebih dari itu, kawasan tersebut patut dicermati potensi kejadian gempanya karena dekat pula dengan jalur sesar aktif lainnya seperti Sesar Merapi Merbabu, Sesar Rawapening, Sesar Ungaran dan sesar lain yang belum teridentifikasi. Karena bisa saja, di kemudian, ada pemicu yang menyebabkan gempa di wilayah tersebut.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Artikel Terkait

Terkini

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Selasa, 30 November 2021 | 21:46 WIB
X