Dampak Gempa Swarm: 30 Rumah di 4 Kecamatan Rusak Sedang

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:00 WIB
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menemui anak-anak yang tinggal sementara pada tenda mengungsian di Lingkungan Rawabajul, Pojoksari, Ambarawa. (suaramerdeka.com / dok)
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menemui anak-anak yang tinggal sementara pada tenda mengungsian di Lingkungan Rawabajul, Pojoksari, Ambarawa. (suaramerdeka.com / dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Rangkaian gempa swarm yang terdeteksi terjadi beruntun sebanyak 34 kali pada 23-25 Oktober 2021 di sekitar wilayah Kecamatan Ambarawa, Banyubiru, Bawen, dan Kecamatan Jambu setidaknya mengakibatkan 30 rumah warga rusak sedang.

Data BPBD Kabupaten Semarang menyebutkan, bahwa rumah warga yang rusak ringan hingga rusak sedang berada di empat kecamatan tersebut, di mana rata-rata konstruksi bangunan dinding mengalami retak.

Selain rumah warga, imbas gempa swarm diduga juga mengakibatkan sebagian bangunan RSUD Goenawan Mangunkusumo Ambarawa, SMP 3 Ambarawa, dan Rumah Dayung Bukit Cinta Banyubiru retak ringan.

Menyikapi kejadian tersebut, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, Pemkab Semarang telah menyiapkan logistik yang dibutuhkan warga.

Baca Juga: Persentase Vaksinasi Dosis Pertama 11 Daerah Jawa Tengah Capai Lebih dari 70 Persen

“Dapur umum didirikan, yang memasak ibu-ibu warga setempat,” katanya, Selasa 26 Oktober 2021.

Sebagaimana diketahui, BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara merilis data telah terjadi serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian sangat sering dan relatif lama pada suatu kawasan atau disebut aktivitas gempa swarm di Kabupaten Semarang. Kekuatan gempa tertinggi tercatat magnitudo 3,2.

“Guna mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya gempa lagi, kami akan menempatkan alat deteksi gempa di 30 titik lokasi,” jelas perwakilan BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Heri Susanto.

Sehari sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Bupati Ngesti Nugraha dan Forkompimda mengunjungi tenda pengungsian warga di Lingkungan Rawabajul, Pojoksari, Ambarawa.

Baca Juga: Dukung Pemulihan Ekonomi, BPKH Gelar Konferensi Haji Internasional

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nelayan Rawapening Dilindungi Asuransi

Selasa, 30 November 2021 | 21:46 WIB
X