Warga Pascagempa Ambarawa di Pengungsian Masih Trauma, Kapolda Ingatkan Tetap Jaga Prokes

- Senin, 25 Oktober 2021 | 21:07 WIB
Gempa Bumi Ambarawa. (BMKG)
Gempa Bumi Ambarawa. (BMKG)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Ahmad Luthfi mengecek langsung kondisi pengungsi yang hampir sebagian merupakan anak-anak itu di Desa Pojoksari, Kecamatan Ambarawa.

Dalam kunjungannya, Kapolda Jateng ingin memastikan protokol kesehatan tetap jalankan meski berada di lokasi pengungsian.

"Meskipun di tempat pengungsian, protokol kesehatan harus tetap jalan," katanya.

Menurut dia, para warga ini hanya merasa trauma akibat guncangan gempa. Sebagai informasi, sekitar 200 warga masih mengungsi di beberapa titik pengungsian pascagempa bumi yang melanda wilayah Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan sekitarnya sejak Sabtu (23/10) hingga Minggu (24/10).

Baca Juga: UU Masyarakat Adat Segera Direalisasikan, Lestari Moerdijat: Perlu Dukungan Semua Pihak

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan selain di Desa Pojokdari, tenda juga disiapkan di halaman RSUD Ambarawa untuk mengantisipasi warga yang trauma.

Adapun dari hasil pendataan, lanjut dia, terdapat 33 rumah warga yang terdampak guncangan gempa dua hari terakhir ini.

"Tidak roboh, hanya retakan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, BMKG mencatat terjadi rentetan gempa Bumi di Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa Provinsi Jawa Tengah sejak Sabtu (23/10) dinihari pukul 00.32 WIB yang dipicu oleh sesar aktif.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB
X