Moderasi Beragama di Kalangan Mahasiswa Penting, Hindari Risiko Terjerat Paham Radikal

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:54 WIB
DISKUSI GRUP: Peneliti dari UIN Walisongo dan Unwahas berkolaborasi menggelar grup diskusi untuk membahas pentingnya menumbuhkan sikap moderasi beragama di kalangan mahasiswa dan santri. (suaramerdeka.com/dok)
DISKUSI GRUP: Peneliti dari UIN Walisongo dan Unwahas berkolaborasi menggelar grup diskusi untuk membahas pentingnya menumbuhkan sikap moderasi beragama di kalangan mahasiswa dan santri. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim peneliti kampus UIN Walisongo dan Unwahas berkolaborasi menggelar diskusi grup membahas pentingnya menumbuhkan sikap moderasi beragama di kalangan mahasiswa dan santri.

Kegiatan ini juga bagian dari program bantuan riset prioritas UIN Walisongo Semarang tahun anggaran 2021.

“Forum semacam ini penting untuk mengetahui sejauhmana pemahaman dan sikap moderasi beragama para mahasiswa.

Terlebih mereka yang tinggal di berbagai pesantren yang ada di sekitar kampus Unwahas dan kampus UIN Walisongo,” kata Ketua Tim Pelaksana riset Prof Dr Fatah Syukur didampingi anggota tim Ali Imron, MPdI di Gedung Rektorat Unwahas Lantai 6.

Baca Juga: Insiden Tak Sengaja Tembak Mati Kru, Alec Baldwin Buka Suara: Saya Sepenuhnya Bekerja Sama

Acara ini mengundang mahasiswa yang tinggal di pesantren seperti Ponpes Luhur Wahid Hasyim, Tarbiyatul Khoirot, Mahasiswa Muslimat NU Jawa Tengah, Fadhlu Fadhlan Semarang serta beberapa pesantren di Semarang.

Sebagai moderator Ubbad Adzkiya MPd MA alumnus Pesantren Tasywiqu Thullab Salafiyah. Selain santri hadir juga beberapa ustadz atau pengelola pesantren mahasiswa, di antaranya Ustadz Imam Khoirul Ulumuddin, MPd, dari Pesantren Luhur Wahid Hasyim, Nurul Azizah MPd dari Pesantren Muslimat NU Jateng, serta Ahmad Nurasikin MH dari Pesantren Uswatun Hasanah Mangkang.

Ditambahkan moderasi beragama adalah sebuah cara pandang terkait proses memahami dan mengamalkan ajaran agama agar dalam melaksanakannya selalu dalam jalur yang moderat.

Baca Juga: Hari Santri Bukan Peristiwa Ahistoris, Punya Rentetan Sejarah Panjang dengan Perjuangan Panjang

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB
X