Kota Semarang Masuk PPKM Level 1, Para Pekerja Diizinkan WFO dengan Ketentuan Berikut

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:12 WIB
WFO bisa dilakukan tanpa bosan dan produktifitas kerja juga bisa meningkat
WFO bisa dilakukan tanpa bosan dan produktifitas kerja juga bisa meningkat

SEMARANG, suaramerdeka.comKota Semarang sudah memasuki kriteria level 1 dalam perpanjangan PPKM Jawa-Bali yang dilaksanakan dari 19 Oktober hingga 1 November 2021.

Walau sudah memasuki kriteria PPKM level 1, kegiatan-kegiatan dapat dilaksanakan dengan tetap displin protokol kesehatan dan mengikuti aturan pembatasan yang mengacu pada Imendagri nomor 53 tahun 2021.

Rincian aturan-aturan tersebut tertuang dalam Instruksi Wali Kota Semarang No. 7 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dalam rangka pencegahan penyebaran dan pengendalian Covid-19 di Kota Semarang.

Instruksi Wali Kota Semarang menyebutkan bahwa sekolah dapat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas dengan kapasitas 50 persen dari keseluruhan.

Baca Juga: 76 Mahasiswa Stikes Kesdam IV Diponegoro Diwisuda, Ini Pesan Kakesdam

Tempat-tempat wisata dan hiburan dapat dibuka hingga pukul 24.00 WIB dengan ketentuan pengunjung 70 persen dari kapasitas dengan memastikan pekerja dan pengunjung sudah melakukan vaksinasi.

Fasilitas olahraga dapat dibuka dengan ketentuan pengunjung 70 persen dari total kapasitas. Memastikan pengunjung dan pekerja sudah vaksin.

Kegiatan yang dilakukan di sektor critical bidang kesehatan dan keamanan dapat bekerja di kantor 100 persen.

Sektor critical selain bidang kesehatan dan keamanan dapat bekerja di kantor 100 persen pada fasiltas produksi, konstruksi atau pelayanan masyarakat dan 75 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran.

Baca Juga: Hari Santri Ditetapkan pada 2015, Gus Hilmy: Perjuangan Sudah Dimulai Belasan Tahun Sebelumnya

Kegiatan sektor esensial seperti asuransi, perbankan, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun dan lembaga pembiayaan 100 persen untuk pelayanan kepada masyarakat dan 75 persen untuk administrasi perkantoran.

Untuk pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi dan perhotelan yang tidak sebagai karantina 100 persen.

Industri ekspor dengan pengaturan shift pekerja dengan kapasitas 100 persen untuk fasilitas produksi atau pabrik dan 75 persen untuk administrasi perkantoran.

Kegiatan sektor nonesensial dapat bekerja di kantor dengan kapasitas 75 persen.

Baca Juga: Kim Seon Ho Buka Suara soal Kasus Aktor K, Begini Pernyataannya

Bagi para pelaku usaha pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok dan non kebutuhan pokok dapat melayani pengunjung 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pelaku usaha yang menggunakan lahan sendiri yang menjual kebutuhan sehari-hari dapat membuka usahanya dengan jam operasional sampai pukul 24.00 WIB.

Pelaku usaha yang menggunakan lahan umum seperti PKL, lapak jajanan dan sejenisnya dapat membuka usahanya sampai dengan pukul 24.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 75 persen.

Hendrar Prihadi selaku Wali Kota Semarang menambahkan untuk mal dan supermarket boleh 100 persen dan buka hingga pukul 22.00 dengan kapasitas 75 persen.

Untuk kegiatan seni, budaya, olahraga dan kegiatan sosial yang menimbulkan keramaian diizinkan dengan kapasitas 50 persen.

Untuk kegiatan resepsi pernikahan masih dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas walau Imendagri memperbolehkan hingga kapasitas 75 persen.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB
X