Regenerasi Peternak Sapi Perah Indonesia Lamban, Resahkan Kalangan Praktisi Hewan

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:30 WIB
Peternak tengah memberi makan sapi peliharaannya. (suaramerdeka.com / dok)
Peternak tengah memberi makan sapi peliharaannya. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kebanyakan pakar dan praktisi hewan besar meresahkan lambannya proses regenerasi peternak sapi perah di Indonesia.

Menurut mereka, sekarang ini generasi muda di sentra peternakan sapi perah lebih memilih bekerja sebagai pekerja buruh pabrik atau di sektor lain.

Sementara profesi peternak sapi sebagai profesi pilihan terakhir ketika tidak punya pekerjaan lain.

Salah satu praktisi, drh Mukhlas Yasi Alamsyah menuturkan, sampai saat sebagian besar peternak sapi perah di Indonesia masih bersistem tradisional dengan ciri-ciri SDM dan teknologinya rendah.

Baca Juga: Guru Besar USM: Smart Transportation Berbasis Ramah Lingkungan Segera Terwujud

"Maka mewariskan profesi peternak sapi perah di Indonesia kepada generasi sekarang adalah pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan," katanya, Rabu, 20 Oktober 2021.

Ditambahkan, pemerintah harus mampu mengubuah pandangan bahwa pekerjaan peternak sapi indentik dengan pekerjaaan berat, kotor, dan tidak punya masa depan yang menjanjikan.

"Selain itu koperasi persusuan yang seharusnya menampung hasil susu peternak malah menjadi mafia perpanjangan rantai perdagangan susu di Indonesia," tandas dokter hewan supervisor PT Eka Farma Semarang ini.***

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB
X