Klik Link Aplikasi Pinjol di SMS, Erna Ditagih dan Diteror Debt Colector

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:34 WIB
gelar perkara kasus pinol ilegal di Mapolda Jateng, Selasa, 19 Oktober 2021 (suaramerdeka.com/Humas Polda Jateng)
gelar perkara kasus pinol ilegal di Mapolda Jateng, Selasa, 19 Oktober 2021 (suaramerdeka.com/Humas Polda Jateng)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang melakukan penagihan dan teror disertai pelanggaran konten keusilaan.

Kasus tersebut berawal 4 Mei 2021 saat korban bernama Erna mendapatkan SMS yang berisi link aplikasi pinjol dari nomor 083841568772 yang kemudian diklik oleh korban.

Kemudian Erna mengisi identitas diri, nomor rekening dan mengirimkan foto KTP serta foto selfi lalu kemudian memunculkan pesan eror.

Lalu 11 September 2021, korban mendapatkan pesan Whatsapp berisi bahwa korban disuruh membayar pinjaman online sebesar Rp 2.200.000 dan Rp 1.340.000 yang sudah ditransfer oleh pihak vendor aplikasi pinjaman online bernama Simple Loan pada tanggal 1 September 2021.

Baca Juga: Ini Aneka Ta'zir yang Ada di Pondok Pesantren, dari Menguras Jamban hingga Hancurkan Barang Sendiri

Namun saat korban mengecek pada tabungan tidak ada transaksi uang masuk sebagaimana yang disebut, sehingga oleh korban pesan tersebut diabaikan.

Korban lalu menerima tagihan beserta ancaman, pemerasan disertai muatan gambar porno sehingga tanggal 12 Oktober 2021, korban melapor ke kantor Kepolisian Ditreskrimsus Polda Jateng.

"Lalu korban ditagih melalui debt collector yang pada intinya bahwa pinjaman sudah jatuh tempo, kalau tidak dibayar maka tagihan akan disebarkan ke seluruh kontak korban," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Selasa, 19 Oktober 2021.

Kapolda menambahkan, Penyidik Subdit V/Tipidsiber Ditreskrimsus selanjutnya melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mencari keberadaan pelaku yang telah mengirimkan kalimat ancaman disertai pemerasan, foto korban yang disandingkan dengan foto editan yang mengandung muatan melanggar kesusilaan yang diduga berada di wilayah Yogyakarta.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB
X