Polisi Tangkap Oknum Pelatih Voli, Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur

- Senin, 18 Oktober 2021 | 22:05 WIB
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono sampai keterangan pers ungkap kasus pencabulan yang dilakukan oknum pelatih bola voli. (suaramerdeka.com/dok)
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono sampai keterangan pers ungkap kasus pencabulan yang dilakukan oknum pelatih bola voli. (suaramerdeka.com/dok)

DEMAK, suaramerdeka.com - Satreskrim Polres Demak mengungkap dan menangkap oknum pelatih bola voli yang diduga melakukan pencabulan terhadap belasan pelajar putri di bawah umur yang menjadi anak asuhnya.

Pria bernama Lulut Kusmiyanto (39), warga Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen Demak tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menuturkan, pengungkapan kasus tersebut bermula adanya laporan dari orang tua korban yang mencurigai perubahan bentuk tubuh pada anaknya.

Baca Juga: Gantikan Bendera Merah Putih di Piala Thomas, Apa itu PBSI?

Setelah diperiksakan ke tenaga medis, diketahui bahwa korban hamil 8 bulan lantaran tindak pencabulan yang dilakukan tersangka.

Tidak terima mendapati kenyataan demikian, orang tua korban kemudian melapor ke Polres Demak.

"Atas laporan tersebut Resmob Satreskrim Polres Demak langsung menindaklanjuti dan menangkap pelaku," katanya saat jumpa pers di Mapolres, kemarin.

Dari pengakuan tersangka, pencabulan terhadap korban berinisial ANS (15) dilakukan sejak Januari 2021, saat itu pelaku mengajak korban ke rumahnya untuk membahas perlombaan yang akan diikuti oleh klub volli.

Baca Juga: Rumor Beredar Paksa Mantan Kekasihnya Aborsi, Aktor Hometown Chachacha Kim Seon Ho Kena Imbas

Sesampai di rumahnya, dia merayu korban untuk membuka pakaiannya dengan menjanjikan akan memberi sejumlah uang dan perlengkapan voli.

"Pelaku lantas menarik korban ke kamar dan memaksa untuk melakukan hubungan badan," ungkap kapolres.

Tindakan bejat tersebut dilakukan hingga lima kali sejak Januari hingga April 2021. Akibat perbuatannya itu korban pun hamil.

Sebenarnya ANS pernah memberitahukan kepada pelaku bahwa dirinya hamil.

Baca Juga: Menangi Piala Thomas 2020, Apa Saja Hadiah yang Diterima Atlet Timnas Indonesia?

Namun Lulut mengancam korban agar tidak memberitahukan kepada orang tua maupun teman-temannya.

Tersangka kemudian berusaha menggugurkan kandungan korban dengan memakai obat-obatan hingga ke dukun.

Akan tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil, karena janin dalam kandungan korban masih sehat.

Kapolres menambahkan, dari hasil penyelidikan petugas, diketahui pencabulan tersebut bukan hanya kepala ANS.

Baca Juga: 5 Penagih Pinjol Ilegal Ditangkap, Kantor di Yogyakarta Disegel

"Sampai saat ini laporan yang masuk ke Polres Demak sudah ada 13 korban pencabulan yang dilakukan oleh tersangka," terang Kapolres.

Terhadap 12 anak asuhnya lain yang menjadi korban, masing-masing beinisial DK (18), ZA (16), PJ (18) SR (18), IS (17), SB (18), YD (19), RD(19), SA (18), AS, AF dan AT.

Peristiwa pencabulan itu terjadi sejak sekitar tahun 2018 lalu pada saat latihan voli bersama.

Modusnya hampir sama pelaku merayu korban dengan iming-iming akan memberi hadiah sepeda motor, kaus, deker dan sepatu.

Sementara itu kepada polisi, tersangka mengakui perbuatannya kepada ANS. Dia berdalih pencabulan itu dilakukan lantaran suka sama suka.

Adapun terhadap 12 anak asuh lainnya, tersangka menyanggah melakukan pencabulan.

"Saya hanya merangkul saja, tidak lebih," akunya.

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Pendapatan Menurun, KPRI MAS Tetap Berikan Beasiswa

Sabtu, 22 Januari 2022 | 07:15 WIB

Pasar Karangawen Terbakar, 229 Los dan Kios Ludes

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:36 WIB

Perempuan Nelayan Jadi Tumpuan

Jumat, 31 Desember 2021 | 15:32 WIB

Bayar PBB-P2 Tepat Waktu, Warga Gajah Dapat Mobil

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:09 WIB

Kerukunan Beragama Jadi Alat Pemersatu Bangsa

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:24 WIB
X