Pembinaan Pokmaswas Diharapkan Jadi Diversifikasi Usaha Nelayan

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:36 WIB
Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Nelayan Manunggal Bahari di Tambaklorok, Semarang Utara, mendapat bantuan berupa rumpon kerang hijau dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)
Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Nelayan Manunggal Bahari di Tambaklorok, Semarang Utara, mendapat bantuan berupa rumpon kerang hijau dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Perikanan Kota Semarang melalui seksi pengendalian usaha perikanan menggelar pembinaan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) nelayan di Tambaklorok.

Kegiatan pembinaan untuk nelayan dilangsungkan dengan menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, yang juga memberikan bantuan untuk pembangunan bagan atau rumpon kerang hijau.

Selama ini, nelayan hanya mengandalkan produksi dari alam dengan menangkap ikan di laut saja.

Keberadaan rumpon diharapkan mampu memunculkan titik tumbuh bagi kerang hijau, rajungan dan biota-biota laut lainnya.

Baca Juga: Ekonomi Kembali Bangkit, PLN Siap Sambut Lonjakan Konsumsi Listrik

Ini akan membuat nelayan memiliki penganekaragaman produk dan bidang usaha (diversifikasi), selain dari menangkap ikan di laut.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Nur Kholis, menyampaikan, pihaknya dalam pemberian bantuan rumpon bersifat fasilitator bagi Pokmaswas Nelayan.

Rumpon kerang hijau merupakan bagian dari usaha pembudidayaan biota laut, yang diharapkan nantinya dapat dikelola secara mandiri oleh Pokwasmas dan bisa berkembang dengan baik.

''Lokasi rumpon kerang hijau juga diminta agar jangan sampai mengganggu wilayah kerja atau aktivitas dari pelabuhan, yang tentunya melanggar aturan yang ada. Kami pun akan memfasilitasi dalam hal pengurusan perizinan rumpon kerang hijau ini."

Baca Juga: Oktober, Alokasi Elpiji 3 Kg untuk Cilacap Akan Ditambah

"Selain kerang hijau, rumpon akan mendatangkan rajungan dan ikan-ikan lainnya yang tentunya memiliki potensi untuk menghasilkan tambahan pendapatan bagi Pokwasmas Nelayan. Jika berkembang, ini nantinya juga dapat menjadi Wisata Bahari,'' ujar dia, usai meninjau rumpon kerang hijau di daerah pantai dekat Tambaklorok, Rabu 13 Oktober 2021

Kasi Pencegahan dan Penindakan Pelanggaran Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Kurnia Adi, mengungkapkan, hasil dari rumpon kerang hijau akan bisa dipanen setelah tiga hingga empat bulan.

Kemudian, lambat laun rumpon tersebut akan menumbuhkan ekosistem baru di sekitarnya. Hal tersebut karena larva dari kerang hijau akan menjadi makanan dari rajungan dan menarik ikan-ikan untuk datang di sana, berkat tumbuhnya area sekitar rumpon menjadi daerah perlindungan baru.

"Kota Semarang mendapatkan bantuan tiga alokasi rumpon kerang hijau seluas 10x40 meter yaitu di Mangunharjo (Tugu), Mangkang Wetan (Tugu), dan Tambaklorok (Semarang Utara). Ini merupakan bagian dari pilot project , diharapkan nanti dapat dikelola secara mandiri Pokmaswas nelayan," ucap Adi.

Baca Juga: Cakupan Masih Rendah, Menkes Minta Sumatera Barat Tingkatkan Vaksinasi Covid-19

Dia menerangkan lebih lanjut, saat ekosistem dan rumah perlindungan ikan sudah terbentuk, maka proses pemulihan (recovery) ikan di sana akan lebih bagus.

Selain itu, diharapkan nelayan tidak boleh lagi menggunakan alat tangkap ikan aktif yang terlarang seperti arad, sudu, dan garu.

"Jika telah berjalan dengan baik, mereka nantinya juga bisa mengembangkannya, untuk mengajukan izin bagi Wisata Bahari. Jadi akan ada tempat pemancingan dan rumah makan masakan lautnya,'' terang dia.

Sementara itu, Ketua Pokwasmas Nelayan Manunggal Bahari, Suratno, mengatakan, pada saat kondisi pandemi ternyata minat untuk memancing ikan ternyata tidak surut namun masih tetap banyak.

Ini tentunya menjadi peluang bagi Pokwasmas agar nantinya dapat mengelola rumpon kerang hijau ini dengan baik.

"Untuk hasil dari pengelolaan rumpon telah disepakati yaitu 80 persen bagi anggota Pokwasmas yang berjaga dan 20 persen untuk kas. Uang kas dimanfaatkan untuk perawatan dan pengembangan rumpon kerang hijau. Keberadaan rumpon diharapkan membuat anggota Pokwasmas yang merupakan nelayan, dapat mendapatkan penghasilan tambahan. Apalagi kondisi sekarang ini, hasil produksi tangkapan ikan di Kota Semarang sangat rendah," papar dia.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB

Baznas Wisuda 32 Sarjana Penerima Beasiswa Produktif

Senin, 29 November 2021 | 23:25 WIB

Dinkes Kota Semarang Juara 1 IT Kesehatan

Senin, 29 November 2021 | 21:56 WIB

Buruh Jateng Kembali Demo, Tolak UMP 2022

Senin, 29 November 2021 | 20:07 WIB
X