Baznas Latih 50 Penyandang Disabilitas Keterampilan Mekanik Motor di Bengkel

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:12 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji mewawancarai Ahmad Syafii, difabel asal Kabupaten Demak usai pembukaan Pelatihan Pemberdayaan Kaum Disabilitas Bidang Mekanik Motor di SMKN Jateng. (suaramerdeka.com / Agus Fathuddin)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji mewawancarai Ahmad Syafii, difabel asal Kabupaten Demak usai pembukaan Pelatihan Pemberdayaan Kaum Disabilitas Bidang Mekanik Motor di SMKN Jateng. (suaramerdeka.com / Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Disnakertrans dan SMKN Jateng, melatih 50 orang penyandang cacat fisik atau disabilitas se-Jateng dengan keterampilan perbengkelan mekanik motor.

Pelatihan untuk difabel digelar Baznas selama empat hari, dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berlangsung di aula SMK Negeri Jateng Jalan Brotojoyo Semarang, Selasa, 12 Oktober 2021.

Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi menjelaskan, selama empat hari para disabilitas itu dilatih dengan keterampilan bengkel mekanik motor.

Di antara para pesera bahkan sudah menjadi pengusaha yang melayani pembuatan motor modifikasi khusus untuk kaum difabel.

Baca Juga: Teknologi Tepat Guna, Kunci Peternak Kambing Dapat Susu dengan Kualitas Terbaik

Dalam dialog langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mereka memohon bantuan satu unit alat bubut untuk memproduksi sejenis krup dan komponen mesin.

Beberapa peserta yang sudah menjadi pengusaha motor modifikasi antara lain Syafii Ahmad dari Demak, Bambang Magelang dan Budiyanto dari Solo.

Bambang bahkan mengaku sudah membuka praktik perbengkelan khususnya pembuatan modifikasi motor selama 10 tahun.

Mereka merasa senang mendapat fasilitas dari Baznas untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Baca Juga: Kota Semarang Raih Anugerah Parahita Ekapraya dari Kementerian PPPA

Apalagi pada kesempatan itu Kiai Darodji yang juga Ketua Umum MUI Jateng membantu para peserta masing-masing satu unit kursi roda, alat perbengkelan dan alat tambal ban.

Kiai Darodji didampingi Pelaksana Bidang Pelatihan Tenaga Kerja Fakir dan Miskin, Rajimin menjelaskan, pelatihan untuk kaum disable tersebut sudah direncanakan lama.

Namun karena pandemi Covid-19 sehingga tertunda dan baru bisa dilaksanakan kemarin.

"Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan kesejahteraan mereka,’’ kata Kiai Darodji.

Meski pelatihan bengkel dan mekanik motor, para peserta ada yang berlatar belakang pengusaha kuliner dan souvenir cendera mata.

Menurut Gubernur Ganjar Pranowo, bagi para penyandang cacat fisik atau yang lebih sering disapa kaum difabel, untuk mengendarai sepeda motor memang dirasa cukup menyulitkan.

Namun, di era modern seperti saat ini hal itu bukanlah menjadi halangan, karena kaum disabilitas masih dapat melakukan aktifitas, terutama menggunakan sepeda motor.

Caranya adalah dengan melakukan modifikasi sepeda motor khusus kaum difabel.

"Pemerintah Provinsi akan membantu dan memfasilitasi yang menjadi kesulitan mereka,’’ kata Ganjar.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Realisasi PBB Melebihi Target Rp10,4 M

Selasa, 30 November 2021 | 21:07 WIB
X